Pemerintah Kota Banjarmasin secara aktif menggalakkan pelestarian permainan tradisional Layangan Dandang. Upaya ini dilakukan untuk memastikan eksistensi budaya lokal di tengah dominasi permainan modern. Wali Kota H Muhammad Yamin HR menjadi inisiator utama dalam gerakan pelestarian ini.
Salah satu langkah konkret adalah penyelenggaraan Lomba Layangan Dandang Wali Kota Cup 2025. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-499 Kota Banjarmasin yang akan datang. Lomba tersebut bertujuan untuk menarik minat masyarakat luas terhadap warisan budaya ini.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah silaturahim bagi komunitas layang-layang di Kalimantan Selatan. Gubernur Kalsel H Muhidin turut memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif pelestarian ini. Bahkan, halaman rumah dinasnya difasilitasi sebagai lokasi penyelenggaraan lomba.
Advertisement
Advertisement
Layangan Dandang: Dari Tradisi Menuju Olahraga Nasional
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, menegaskan bahwa Layangan Dandang bukan hanya sekadar permainan tradisional biasa. Menurutnya, aktivitas ini telah berkembang menjadi sebuah olahraga yang dikenal luas di berbagai kalangan. Bahkan, popularitasnya telah mencapai tingkat nasional, menunjukkan potensi besar dari budaya lokal Kalimantan Selatan. Ini merupakan bukti nyata bahwa warisan leluhur dapat beradaptasi dengan zaman modern.
Kalimantan Selatan sendiri telah menorehkan berbagai prestasi membanggakan dalam dunia Layangan Dandang. Prestasi tersebut meliputi pencapaian rekor nasional yang mengagumkan, serta keikutsertaan dalam ajang internasional. Hal ini membuktikan bahwa Layangan Dandang memiliki daya saing yang tinggi dan mampu bersaing di kancah yang lebih luas. Keberhasilan ini juga mengangkat nama daerah di mata publik.
Yamin berharap kegiatan pelestarian Layangan Dandang ini dapat mempererat tali silaturahim antar komunitas layang-layang yang ada di Kalimantan Selatan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang penting bagi para pehobi untuk menyalurkan kreativitas mereka secara positif. Melalui inisiatif seperti ini, keanekaragaman budaya di provinsi Kalimantan Selatan dapat terus dinikmati dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Advertisement
Advertisement
Tantangan dan Harapan untuk Masa Depan Layangan Dandang
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda, turut menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal melalui olahraga tradisional. Ia menyatakan bahwa Layangan Dandang berperan vital dalam memperkuat identitas masyarakat Kalimantan Selatan. Upaya ini merupakan bagian integral dari pembangunan karakter daerah serta menjaga nilai-nilai luhur.
Ananda juga menyampaikan harapan terkait penyediaan lahan khusus yang memadai untuk bermain Layangan Dandang. Permintaan ini muncul setelah beberapa insiden pernah terjadi akibat masyarakat bermain layang-layang di sembarang tempat. Insiden tersebut seringkali mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan.
"Harapannya kita ini punya lahan yang cukup luas dan jauh dari kendaraan bermotor," ujar Ananda, menekankan kebutuhan akan lokasi yang aman. Lahan khusus tersebut akan memastikan keamanan bagi para pemain Layangan Dandang maupun pengguna jalan raya. Dengan adanya fasilitas yang memadai, insiden yang mengganggu atau melukai pengguna jalan dapat diminimalisir secara signifikan. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan olahraga Layangan Dandang di Banjarmasin dengan lebih aman dan terorganisir.
Advertisement
Sumber: AntaraNews