Lamang Tapai, Kuliner Primadona dari Ranah Minang
Merdeka.com - Sumatera Barat (Sumbar) kaya akan kuliner. Salah satu makanan yang menggugah selera adalah lamang tapai. Lamang tapai merupakan kuliner legendaris yang masih eksis hingga sekarang dan bisa bisa dijumpai mulai di pasar tradisional, warung, hingga pedagang kaki lima. Bagi masyarakat Minang, lamang tapai kerap dijadikan primadona pada acara adat hingga hari raya.
Lamang dimasak menggunakan bambu muda dengan bahan utamanya beras ketan putih, santan kelapa, daun pandan serta sedikit garam. Kemudian dimasak dengan cara dibakar menggunakan bambu muda yang dilapisi dengan daun pisang. Pembakaran dilakukan di atas bara api sampai bambunya hangus, namun isi di dalamnya tetap terjaga. Sementara itu, untuk tapainya sendiri terbuat dari beras ketan hitam dan ragi.
Pada Kamis (8/12) siang, merdeka.com berkesempatan untuk mencicipi kuliner legendaris ini. Perpaduan lamang dan tapai sangat pas di mulut, cita rasa lamang yang gurih dicampur dengan tapai hitam menimbulkan rasa agak asam sehingga memberikan sensasi rasa tersendiri ketika mencicipinya.
Salah satu pedagang di Kota Padang yang akrab disapa Lisa mengatakan, lamang tapai merupakan makanan lama khasnya orang Minang yang tidak lekang oleh waktu.
"Untuk membuat lamang tidak susah, hanya saja membutuhkan waktu yang sedikit lama. Agar matang dengan sempurna lamang membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam," tuturnya kepada merdeka.com.
Sambungnya, semua bahan utama diaduk rata dan dimasukkan ke dalam bambu muda untuk selanjutnya dibakar di atas bara api.
Kemudian untuk membuat tapai menggunakan beras ketan hitam yang dibuat dengan memfermentasikan ragi dengan beras ketan. Apabila lamang sudah dicampurkan dengan tapai, maka kuliner ini bisa bertahan selama satu hari penuh.
"Sejauh ini pembeli saya tidak hanya berasal dari dalam daerah Sumatera Barat saja, namun juga wisatawan di luar daerah seperti Jakarta, Medan hingga Pekanbaru," pungkasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya