Tim Opsnal Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan saat itu sengaja menunggu RA melintas. Petugas sebelumnya menerima informasi dia akan melakukan transaksi narkoba dalam jumlah besar.
Advertisement
RA datang dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax seorang diri. Petugas yang sudah mengetahui ciri-cirinya langsung menghentikan kendaraan pria itu.
Ketika didekati polisi, RA sama sekali tidak menunjukkan wajah panik. Namun saat polisi meminta melakukan penggeledahan, dia mulai bersikap serba salah.
Advertisement
RA pun tak berkutik begitu petugas menemukan tiga bungkus sabu berbalut kemasan teh China dalam jok motornya.
Setelah setiap kemasan dibuka dan didapat serbuk putih, pelaku diangkut ke kantor polisi. Sabu-sabu dan sepeda motornya disita menjadi barang bukti
Advertisement
Tersangka RA mengaku kehabisan akal untuk mencari uang yang semestinya diperuntukkan biaya sekolah anaknya. Terlebih, upah yang dijanjikan sangat besar, yakni Rp20 juta.
"Butuh biaya sekolah anak, semakin ke sini semakin banyak pula biayanya" ungkap RA di Palembang, Rabu (22/7).
Advertisement
Meski hanya nyambi kurir narkoba, RA menyebut sudah dua kali melakukan kejahatan serupa. Yang pertama ia menjadi kurir yang membawa 12 gram sabu.
"Yang terakhir dikasih Rp30 juta jika sudah diserahkan ke pemesan," kata dia.
Advertisement
Wadir Ditresnarkoba Polda Sumsel AKBP Harissandi mengatakan, sabu-sabu itu rencananya diberikan ke pemesan. Untuk mengelabui petugas, tersangka bersikap tenang saat dihentikan.
Advertisement
"Identitas pemilik dan pemesan sudah kami kantongi, tinggal dilakukan penangkapan."
Wadir Ditresnarkoba Polda Sumsel AKBP Harissandi saat konferensi pers di Mapolda Sumsel, Rabu (2/8).