Kunjungi asrama mahasiswa Papua, Gubernur Lukas dicegat polisi

Rabu, 3 Agustus 2016 15:03 Reporter : Rimba
Kunjungi asrama mahasiswa Papua, Gubernur Lukas dicegat polisi Asrama Mahasiswa Papua di Yogyakarta. ©2016 Merdeka.com/hartanto rimba

Merdeka.com - Gubernur Papua, Lukas Enembe, mengunjungi asrama mahasiswa Papua yogyakarta, Rabu (3/8) siang. Kunjungan tersebut sempat diwarnai kericuhan karena aparat kepolisian melakukan sweeping di sekitar asrama.

"Pas saya mau ke asrama mahasiswa Papua, rombongan kami diblokade polisi di jalan. Yang mau datang berkunjung ke asrama Papua dicegat polisi," ujar Lukas, saat berpidato di tengah-tengah ribuan mahasiswa Papua.

Menurut Lukas, sweeping tersebut menunjukkan warga Papua di Yogyakarta hidup dalam bayang-bayang intimidasi.

"Kita warga negara Indonesia berhak hidup di pulau mana saja yang ada di Indonesia. Kita punya hak hidup tanpa intimidasi," katanya.

Asrama Mahasiswa Papua di Yogyakarta ©2016 Merdeka.com/hartanto rimba

Kendati begitu, Lukas mengimbau semua pihak untuk tetap menjaga ketertiban umum. "Mungkin sumbernya karena karakter, kebiasaan kita warga Papua berbeda dengan warga Yogya. Tapi harusnya itu untuk saling belajar," imbuh Lukas.

Berdasarkan pantauan, ada beberapa sweeping yang dilakukan kepolisian. Sweeping tersebut ada di jalan Kusumanegara dan jalan Kenari Miliran.

Sweeping yang ada di jalan Kenari sempat ricuh karena mahasiswa Papua enggan kendaraannya diperiksa polisi. Kericuhan tersebut sempat terjadi adu fisik.

Dari kejadian itu, polisi membawa empat buah sepeda motor dengan plat nomor Vixion ad 3081fQ, Mio Ab 6350, Vega AB 2815 QT, TVS Neo AB2793RH. [ary]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini