Kunjungan Menperin ke Ceko dan cerita pelajar Indonesia kemalingan

Saat berada di kereta, Giorgio benar-benar kelelahan. Dia tak sadar barangnya dicuri, hingga paspornya pun raib digondol maling.

Rohimat Nurbaya
Oleh Rohimat Nurbaya - Reporter
Kunjungan Menperin ke Ceko dan cerita pelajar Indonesia kemalingan
Menperin Airlangga Hartarto makan malam dan ramah tamah dengan diaspora di kediaman Dubes Indonesia untuk Ceko Aulia Rachman . ©2018 Merdeka.com

Giorgio, salah satu pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Ceko mengalami kejadian pahit. Dia kemalingan saat berada di kereta. Saat itu, Giorgio sedang melakukan perjalanan dari Budapest, Hongaria ke Kota Zlin, Ceko.

Giorgio menceritakan kembali pengalaman itu saat dia diundang makan malam di kediaman Dubes Indonesia untuk Ceko Aulia Rachman bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Senin (30/4) waktu setempat.

Saat berada di kereta, Giorgio benar-benar kelelahan. Dia tak sadar barangnya dicuri, hingga paspornya pun raib digondol maling. Padahal, paspor itu jadi dokumen penting baginya. Giorgio pun melapor ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ceko. 

Giorgio menuturkan, setelah paspornya hilang, dia langsung mengirim email ke KBRI di Ceko. Kemudian diberitahukan untuk langsung menghubungi hotline KBRI melalui aplikasi WhatsApp. "Direspons secara cepat melalui online," ucapnya.

"Saya diterima oleh Pak Wisnu dari KBRI. Kemudian Pak Wisnu langsung siap, responsnya cepat," ujar Giorgio di sela-sela kunjungan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ke Ceko.

Giorgio sudah lima bulan berada di Ceko. Dia termasuk salah satu warga Indonesia yang mendapat kesempatan program pertukaran pelajar Indonesia-Ceko.

Setelah paspornya hilang dan mendapat bantuan dari KBRI, Giorgio dibuatkan paspor baru. Dalam kurun waktu 48 jam paspor tersebut jadi. 

Paspor yang telah jadi itu diantar langsung oleh pihak KBRI, ke Kota Zlin, tempat Giorgio tinggal. "Pak Wisnu mengantar sekaligus mengundang saya untuk bertemu dengan Pak Duta Besar, Pak Aulia Rachman langsung," ujarnya.

Sementara itu, Wisnu, diplomat yang ditugaskan di bidang protokol dan konsuler mengatakan, bagi KBRI di Ceko, perlindungan WNI dan pelayanan publik itu adalah yang utama. Sehingga KBRI berinisiatif untuk menyelesaikan dalam waktu singkat.

"Mengenai kasus Pak Giorgio itu memang cukup unik, dia merupakan mahasiswa yang sedang melakukan pertukaran pelajar," ujarnya.

Menurut Wisnu, setelah paspor milik Giorgio jadi, Duta Besar Indonesia untuk Ceko, Aulia Rachman meminta agar KBRI langsung melakukan pendekatan atau approach kepada Kementerian Dalam Negeri Ceko, agar Giorgio yang kehilangan paspornya itu supaya cepat mendapatkan visa kembali.

Rekomendasi