Kubu Raya Jadi Penerima Bantuan RTLH Terbanyak di Kalbar, Percepatan Penanganan RTLH Kubu Raya Diperkuat

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berhasil menjadi penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) terbanyak di Kalimantan Barat, menandai langkah besar dalam percepatan penanganan RTLH Kubu Raya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kubu Raya Jadi Penerima Bantuan RTLH Terbanyak di Kalbar, Percepatan Penanganan RTLH Kubu Raya Diperkuat
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berhasil menjadi penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) terbanyak di Kalimantan Barat, menandai langkah besar dalam percepatan penanganan RTLH Kubu Raya. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menunjukkan komitmen serius dalam mengatasi persoalan rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayahnya. Upaya ini ditandai dengan kunjungan langsung ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Jakarta. Hasilnya, Kubu Raya dipastikan menjadi kabupaten penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) terbanyak di seluruh Kalimantan Barat.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengungkapkan bahwa audiensi dengan Menteri PKP Maruarar Sirait membuahkan hasil positif. Pertemuan tersebut membahas kondisi RTLH di Kubu Raya yang masih banyak. Dukungan dari pemerintah pusat ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan dan perbaikan rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Alokasi bantuan ini tidak hanya diberikan kepada Kubu Raya, tetapi juga tiga kabupaten lain di Kalimantan Barat. Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu turut mendapatkan dukungan serupa. Namun, Kubu Raya mendapatkan porsi terbesar karena tingginya jumlah RTLH yang perlu segera ditangani.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya secara proaktif mendatangi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk mempercepat program pembangunan rumah tidak layak huni. Bupati Kubu Raya, Sujiwo, bersama anggota Komisi III DPRD Kubu Raya, diterima langsung oleh Menteri Maruarar Sirait. Dalam pertemuan tersebut, mereka memaparkan kondisi riil mengenai tingginya angka RTLH di Kubu Raya.

“Kemarin kami mendatangi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan kami langsung diterima oleh bapak menteri, Maruarar Sirait. Dari hasil audiensi tersebut, Kubu Raya dipastikan menjadi penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) terbanyak di Kalimantan Barat,” kata Bupati Sujiwo di Sungai Raya.

Menteri Maruarar Sirait, didampingi Dirjen dan Irjen Kementerian PKP, menyetujui pengalokasian bantuan bagi empat kabupaten di Kalbar. Ini termasuk Kubu Raya, Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu. Perhatian khusus diberikan kepada Kubu Raya karena tingginya kebutuhan akan program BSPS.

Kubu Raya menjadi kabupaten dengan alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tertinggi di Kalimantan Barat, dengan lebih dari 900 unit program BSPS diterima tahun ini. Angka ini mencerminkan prioritas pemerintah pusat terhadap percepatan penanganan RTLH di wilayah tersebut. Bupati Sujiwo menegaskan bahwa tingginya jumlah RTLH menjadi alasan utama Kubu Raya mendapatkan porsi bantuan terbesar.

“Khusus Kubu Raya, merupakan kabupaten yang tertinggi mendapatkan program ini. Karena memang banyak rumah yang masih tidak layak huni,” ujarnya. Apresiasi juga disampaikan kepada Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, yang telah memfasilitasi pertemuan penting ini. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan alokasi BSPS untuk Kubu Raya pada tahun 2026.

Berdasarkan data pendamping desa, terdapat lebih dari 25 ribu rumah di Kubu Raya yang masuk kategori tidak layak huni. Data ini akan disinkronkan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan akurat. Dengan program BSPS yang berjalan, diperkirakan persoalan RTLH di Kubu Raya dapat teratasi dalam tujuh tahun ke depan.

Capaian Kubu Raya dalam menerima bantuan RTLH terbanyak di Kalimantan Barat merupakan hasil kerja kolektif yang solid. Sinergi antara pemerintah daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan dukungan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan ini. Pemerintah daerah terus berupaya “mengamen” ke kementerian untuk mendapatkan lebih banyak program pro-rakyat.

Bupati Sujiwo menekankan pentingnya kolaborasi antara eksekutif dan legislatif dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. “Hasil ini merupakan jerih payah antara eksekutif dan legislatif, dan berkat doa seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya. Mudah-mudahan program ini terus mengucur ke Kabupaten Kubu Raya,” harapnya.

Sinkronisasi data antara pendamping desa dan BPS akan memastikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan benar-benar sampai kepada yang berhak. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah Kubu Raya untuk mewujudkan lingkungan hunian yang layak dan sehat bagi seluruh warganya dalam beberapa tahun mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi