Warga Dusun Pacet Selatan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur digemparkan oleh penemuan puluhan potongan tubuh manusia yang berserakan di semak belukar di tepi Jalan Raya Pacet–Cangar pada Sabtu (6/9).
Potongan tubuh pertama kali ditemukan oleh Suliswanto (30), warga setempat, saat mencari rumput untuk pakan ternak. Ia mengaku awalnya melihat potongan kecil daging yang dikira berasal dari hewan liar.
Namun, saat melangkah lebih jauh, ia menemukan potongan kaki manusia. "Tadi mencari rumput di bawah situ, terus saya menemukan (potongan kecil) daging, jarak sekitar dua meter ke arah timur ada potongan kaki," ujar Suliswanto kepada wartawan.
Satu pekan sebelumnya, Suliswanto juga sempat menemukan potongan daging kecil, namun mengabaikannya karena mengira itu sisa hewan dari kawasan hutan Tahura Raden Soerjo.
Tim dari Polres Mojokerto bersama Unit Inafis dan Tim K9 Polda Jatim segera melakukan penyisiran intensif di lokasi kejadian. Hasilnya, ditemukan total 66 potongan tubuh manusia, terdiri dari jaringan otot, lemak, kulit kepala, kaki kiri, dan pergelangan tangan kanan.
Potongan telapak kaki kiri berukuran sekitar 21 cm x 9 cm, sementara tangan kanan berukuran 16 cm x 10 cm. Kulit kepala ditemukan lengkap dengan rambut hitam lurus sepanjang 14 cm, mengindikasikan korban kemungkinan perempuan.
"Ditemukan potongan tubuh manusia total 63 buah jaringan, ukuran 17 cm x 17 cm berupa jaringan otot, lemak dan kulit kepala. Rambut hitam lurus panjang sekitar 14 cm. Selain itu, ditemukan juga potongan kaki kiri dan pergelangan tangan kanan," ujar Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Fauzy Pratama.
Advertisement
Ditemukan dalam Radius 100 Meter
Potongan tubuh tersebut ditemukan dalam radius 100–200 meter dari jalur penyelamat Sendi 1, tanpa pembungkus, diduga dibuang dari atas jalan raya. Semua potongan tubuh telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Porong untuk proses identifikasi dan autopsi.
Misteri pemilik potongan tubuh manusia akhirnya terkuak. Polisi berhasil mengidentifikasi sosok korban mutilasi tersebut.
Korban diketahui seorang perempuan muda berinisial TAR (25) asal Desa Made, Kecamatan/Kabupaten Lamongan. Namun, selama ini ia menetap di Surabaya.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Fauzy Pratama, menjelaskan identitas korban berhasil diketahui setelah tim gabungan melakukan penyisiran di lokasi penemuan dengan bantuan anjing pelacak K9 Polda Jatim. Dalam pencarian itu, petugas menemukan bagian tangan kiri korban.
"Kita baru mendapat petunjuk identitas korban setelah ditemukan pergelangan tangan," ungkapnya.
Dari temuan tersebut, polisi kemudian memindai sidik jari menggunakan alat Mambis (pendeteksi sidik jari).
"Sekitar pukul 19.00 WIB, kita mendapat identitas korban," tambah Fauzy.
Advertisement
Hubungan Komunikasi dengan Keluarga Tidak Intens
Berdasarkan keterangan keluarga, korban lahir di Pacitan. Setelah menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Trunojoyo, ia memilih tinggal di Surabaya. Meski begitu, hubungan komunikasi dengan keluarganya di Lamongan diketahui tidak terlalu intens.
"Tidak banyak informasi yang dapat diberikan oleh pihak keluarga. Karena korban dan keluarganya jarang berkomunikasi, mungkin ada satu dan lain hal yang tidak kami ketahui,” terang Fauzy.
Sementara itu, Tim Satreskrim Polres Mojokerto telah menangkap pelaku mutilasi yang jasadnya berceceran di area jurang di Desa Pacet Selatan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Polisi mengamankan seorang pria terduga pelaku pembunuhan di Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya.
Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto, saat dikonfirmasi melalui sambungan pesan singkat Whatsapp membenarkan adanya penangkapan tersebut.
"Iya benar," singkatnya.
Hingga saat ini, identitas korban maupun pelaku masih belum bisa dijabarkan oleh petugas kepolisian. Saat ini petugas masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Besok kita realese ya," lanjutnya.
Informasi yang dihimpun di sekitar lokasi penangkapan menyebutkan, terduga pelaku dan korban disebut-sebut merupakan pasangan suami istri siri. Bahkan, korban dikabarkan tengah mengandung sebelum peristiwa mengerikan itu terjadi.
Warga sekitar, tidak mengetahui jelas latar belakang mereka. Pasangan tersebut diketahui baru mengontrak rumah tanpa menyerahkan dokumen kependudukan ke pengurus RT.
"Usianya sekitar 25 tahun, laki-laki. Sepertinya baru ngontrak di sini," tutur salah satu warga.