Kreatif dan Inovatif, Dito Ariotedjo Diyakini Golkar Mampu Mengemban Tugas Menpora
Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin meyakini jika sosok Dito Ariotedjo mampu mengemban tugas sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Dito dikabarkan akan dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menpora di Istana Negara, Senin (3/4) pukul 16.00 WIB.
Dito akan dilantik setelah Menpora sebelumnya Zainudin Amali memilih mengundurkan diri usai terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI. Untuk mengisi kekosongan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, sebagai Plt Menpora.
"Kami yakin Dito mampu mengemban tugas barunya sebagai Menpora," kata Nurul, saat dikonfirmasi, Senin (3/4).
Lebih lanjut, Nurul Arifin menjelaskan, bagaimana kiprah Dito dalam partai diumurnya yang masih muda. Dito adalah politisi muda Partai Golkar, dan sudah memimpin AMPI Golkar.
"Dito sosok anak muda yang kreatif dan inovasinya terlihat selama memimpin AMPI," papar Nurul.
Dia juga saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Inovasi dan Kreativitas DPP Partai Golkar. Aktif juga di HIPMI Jaya dan di partainya juga menjadi salah satu ketua di PPK Kosgoro 1957.
"Orangnya memiliki komitmen yang tinggi dalam pekerjaan. Yang penting Dito sosok yang santun dan mau bekerja dalam tim," ujar dia.
Profil Dito Ariotedjo, Menpora Baru Pilihan Jokowi Bakal Segera Dilantik
Ketika terpilih menjadi Wakil Ketua Umum I PSSI, Zainuddin Amali mengundurkan diri sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Saat ini, Presiden Jokowi dikabarkan telah memilih seorang muda yang bernama Dito Ariotedjo mengisi posisi Menpora.
Kabarnya, Dito Ariotedjo akan segera dilantik oleh Presiden Jokowi pada hari ini Senin (3/4). Jika resmi menjadi menteri, Dito merupakan sosok yang sangat muda karena masih berusia 32 tahun dan menjadi Menpora termuda.
Bagaimana profil dari Menpora baru Dito Ariotedjo dan apa saja prestasinya? Simak ulasannya sebagai berikut.
Laki-laki bernama Ario Bimo Nandito atau yang lebih dikenal Dito Ariotedjo ini merupakan aktivis sosial yang sekaligus menjadi politikus dari Partai Golongan Karya. Ia lahir dari orang tua bernama Arie Prabowo Ariotedjo dan Arti Laksmigati Ariotedjo.
Dito menempuh pendidikan SMA di SMA Negeri 6 Jakarta dan kemudian melanjutkan studinya di Fakultas Hukum, Universitas Indonesia pada tahun 2012.
Pria kelahiran September 1990 ini memiliki berbagai jenis usaha yang ia rintis sendiri. Mulai dari usaha di bidang energi, pertahanan, coworking space, dan start-up. Semua usahanya tersebut tergabung dalam induk perusahaan bernama Grupara Ventures.
Pada akhir tahun 2021, Dito bersama Raffi Ahmad dan Rudy Salim berkolaborasi membentuk dan membesarkan Rans Sport. Di sana, Dito menjabat sebagai Chairman Rans Nusantara FC.
Setelahnya, pada tahun 2022, Dito dipercaya untuk masuk ke dalam jajaran tim ahli Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia. Di dalam tim tersebut, Dito merupakan anggota yang termuda dari 7 anggota lainnya.
Selain aktivitas politik dan sosial yang moncer Dito juga merupakan pemuda yang sangat aktif dalam berorganisasi. Selama kuliah, ia sempat menjadi Bendahara Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan HMI Komisariat Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Dito juga aktif di organisasi luar kampus dan menjabat sebagai Jenderal GPMP (Gerakan Pelajar dan Mahasiswa Pembaharuan) dan juga aktif berkarya di bidang olahraga sebagai Ketua Umum Pengurus ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia).
Pada tahun 2017, Dito pernah menjabat sebagai Ketua Umum AMPI (Angkatan Muda pembaharuan Indonesia). Dari segudang pengalaman organisasi yang dimiliki oleh Dito, ia kemudian dipercaya untuk menjadi Ketua DPP Partai Golongan Karya Bidang Inovasi Sosial dan Ormas.
Selama ini, jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia selalu diisi oleh orang-orang yang lebih senior. Jika Dito resmi dilantik, baru kali ini Menpora betul-betul dijabat oleh seorang anak muda yang berusia 32 tahun.
Sebelumnya, selama dua musim pemerintahan Presiden Jokowi, jabatan Menpora diisi oleh mereka yang sudah berusia di atas 40 tahun. Seperti Imam Nahrawi yang berusia 41 tahun dan kemudian Zainudin Amali yang berusia 57 tahun.
Hal yang sama juga terjadi ketika masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menteri seperti Adhyaksa Dault, Andi Mallarangeng, Agung Laksono, dan Roy Suryo juga tidak bisa dikategorikan sebagai menteri yang muda.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya