KPK Tunda Pemeriksaan Dirut Nonaktif Pertamina Hingga Pulang dari Luar Negeri

Senin, 27 Mei 2019 19:13 Reporter : Merdeka
KPK Tunda Pemeriksaan Dirut Nonaktif Pertamina Hingga Pulang dari Luar Negeri Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. ©Liputan6.com/Bawono Yadika

Merdeka.com - Direktur Utama PT. Pertamina Persero Nicke Widyawati tak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nicke tak hadir lantaran tengah bertugas di luar negeri sampai 1 Juni 2019.

"Pemeriksaan akan dijadwalkan ulang setelah tanggal 1 Juni (2019) tersebut," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (27/5).

Sejatinya Nicke akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dirut nonaktif Sofyan Basir dalam kasus suap PLTU Riau-1. Pemeriksaan Nicke dalam kapasitasnya sebagai mantan Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN.

Dalam kasus ini KPK menetapkan Direktur Utama nonaktif PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.

Penetapan ini merupakan pengembangan dari kasus yang telah menjerat Eni Maulani Saragih, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes Kotjo dan mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham.

Sofyan Basir diduga bersama-sama Eni Saragih dan Idrus menerima suap dari Johannes Kotjo terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Sofyan diduga mendapat jatah sama dengan Eni dan Idrus.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Sofyan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 Ayat (2) KUHP Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Reporter: Fachrur Rozie [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini