KPK dapat kabar kesehatan Setya Novanto membaik
Merdeka.com - Juru bicara KPK Febri Diansyah mendapatkan informasi kondisi kesehatan jantung tersangka kasus e-KTP Setya Novanto (Setnov) telah membaik. Hal tersebut disampaikan secara lisan kepada pihak KPK oleh dokter spesialis jantung ketika tim mendatangi rumah sakit.
"Kita cek Senin dan Rabu, dua kali kita cek, dari pengecekan itu dokter spesialis jantung sebenarnya mengatakan perkembangannya baik," ujar Febri di Gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Sabtu (23/9).
Kondisi Setnov, kata Febri, membaik dan dalam kondisi bisa melakukan pemeriksaan. Hanya saja, perlu melihat perkembangan selanjutnya.
"Ada perkembangan membaik bahkan dikatakan dapatt pemeriksaan. Tapi melihat perkembangan berikutnya," ucap Febri.
Informasi tersebut perlu dilakukan pendalaman berikutnya. Sebab, KPK tidak bisa menentukan begitu saja apakah Setnov bisa dilakukan pemeriksaan atau tidak.
Maka dari itu, KPK akan mengajukan permintaan pendapat kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI). IDI bisa melakukan pemeriksaan dan memberikan rekomendasi baru mengenai kesehatan Setnov.
"Itu masih secara lisan. KPK perlu mempelajari hal tersebut apakah nanti meminta second opinion ke IDI. Karena kalau mengajukan, KPK akan kirim surat, IDI akan membentuk semacam tim untuk menguji pendapat medis kedua," jelas Febri.
Rekomendasi tersebut adalah untuk menentukan apakah Setnov bisa dilakukan pemeriksaan dan dipersidangkan. "Tujuan sederhana untuk menunjukan nanti apa yang dicerita oleh pihak yang dimintakan itu, yang bersangkutan itu fit to be questioned, fit to be trial," kata Febri.
Sementara itu, Febri menegaskan KPK tidak mempermasalahkan kondisi kesehatan Setnov terkait proses penyidikan kasus e-KTP. KPK telah berstrategi untuk menghadapi pihak-pihak yang 'mendadak' sakit layaknya apa yang ditunjukan tersangka Setnov dan sebelum-sebelumnya. "KPK punya strategi juga, KPK tidak melihat itu (kondisi kesehatan)," pungkasnya. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya