Korban tsunami ditemukan setelah 10 tahun terkubur di sungai
Merdeka.com - Sosok mayat laki-laki ditemukan oleh petugas pengeruk sungai Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Selasa (13/5). Mayat tersebut saat ditemukan sudah tidak utuh lagi, hanya ada potongan tangan dan kerangka tulang kaki.
Mayat tersebut diduga merupakan korban tsunami 26 Desember 2004 lalu. Karena bersamaan mayat itu ikut ditemukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) merah putih, di mana KTP itu merupakan indentitas resmi pada saat Aceh Darurat Militer. Bersama mayat itu juga ditemukan Surat Izin Mengemudi C (SIM C).
Sebagaimana tertera di KTP yang ditemukan itu, mayat korban tsunami itu bernama Lukman lahir pada 8 April 1970. Almarhum Lukman itu sebelum tsunami beralamat di Jalan T Muda, Desa Peulanggahan, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.
Kepala desa Peulanggahan, Husaini mengatakan, mayat tersebut merupakan korban tsunami. Saat ini mayat itu telah disemayamkan oleh keluarga di desa Peulanggahan.
"Sudah disemayamkan kemarin langsung oleh keluarga," kata Husaini saat dihubungi merdeka.com, Rabu (14/5).
Katanya, mayat yang ditemukan itu tidak utuh lagi terbungkus dalam baju bermotif kotak-kotak dan menggunakan celana jeans. Baju dan celana jeans tersebut masih utuh saat ditemukan oleh petugas pengerukan sungai tersebut.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya