Konstruksi bangunan Tol Manado-Bitung yang roboh dikerjakan PT Wijaya Karya

Kecelakaan kerja proyek Tol Manado-Bitung di Desa Tumalungun, Kabupaten Minahasa Utara terjadi saat para pekerja sedang mengecor pelat lantai jembatan. Tiga pekerja menjadi korban saat konstruksi tiba-tiba roboh.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Konstruksi bangunan Tol Manado-Bitung yang roboh dikerjakan PT Wijaya Karya
Kerangka jembatan Tol Manado-Bitung roboh. Istimewa

Kecelakaan kerja proyek Tol Manado-Bitung di Desa Tumalungun, Kabupaten Minahasa Utara terjadi saat para pekerja sedang mengecor pelat lantai jembatan. Tiga pekerja menjadi korban saat konstruksi tiba-tiba roboh.

"Baru satu korban yang berhasil dievakuasi dan sudah dibawa ke rumah sakit, kondisinya belum kami ketahui," kata Kepala Satuan Kerja Tol Manado-Bitung Giri Yudhono di Manado, Selasa (17/4). Dikutip dari Antara.

Dia mengatakan, hingga saat ini dua korban yang tertimpa material pengecoran masih dalam proses evakuasi.

"Kami masih mencari tahu sumber penyebab runtuhnya material pengecoran pelat lantai ini. Panjangnya sekitar 38 meter dan yang ambruk 19 meter," katanya.

Dia menambahkan, pengecoran pelat jembatan yang ambruk berada di seksi IIA, tak jauh dari ruas jalan utama.

"Pengecoran pelat jembatan yang ambruk ini dikerjakan oleh PT Wijaya Karya, kira-kira pukul 14.00 WITA kejadiannya," ujarnya.

Giri menambahkan, sumber ambruknya pengecoran plat jembatan itu nanti disampaikan kemudian setelah proses pengumpulan data dan analisa selesai dilakukan.

Rekomendasi