Komunikasi Tak Lagi Jadi Kendala, Driver Gojek Penyandang Tunarungu Kini Punya Rompi Khusus

Rompi ini dirancang sebagai alat identifikasi yang membantu pelanggan memahami kondisi mitra driver penyandang tunarungu.

Benedikta Desideria
Oleh Benedikta Desideria - Reporter
Komunikasi Tak Lagi Jadi Kendala, Driver Gojek Penyandang Tunarungu Kini Punya Rompi Khusus
Pada rompi terdapat tulisan 'Saya Mitra Tunarungu' di bagian punggung mitra driver Gojek. Sehingga pelanggan Gojek bisa mengetahui bahwa driver yang sedang mengemudikan motor adalah individu (© 2025 Liputan6.com)

Temuan internal Gojek menunjukkan bahwa keterbatasan komunikasi menjadi tantangan tersendiri bagi mitra driver penyandang tunarungu dalam menjalankan order sehari-hari. Kondisi ini tidak jarang memengaruhi tingkat produktivitas mereka. Banyak dari mitra menyampaikan kebutuhan akan solusi yang dapat mempermudah proses kerja agar setiap order dapat diselesaikan dengan lebih efisien.

Melihat kondisi ini, GoTo melalui Yayasan GoTo Merah Putih (YGMP) kini membagikan ratusan rompi khusus kepada mitra driver penyandang tunarungu sebagai simbol apresiasi dan dukungan atas dedikasi mereka dalam bekerja. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen YGMP untuk terus menghadirkan ekosistem yang aman, setara dan inklusif untuk seluruh mitra driver. 

Ketua Yayasan GoTo Merah Putih, Amelia Sutanto percaya setiap mitra berhak bekerja dengan aman dan setara, termasuk mereka yang memiliki kesulitan pendengaran. Pembagian rompi sekaligus dalam memperingati Hari Disabilitas Internasional.

Rompi ini dirancang sebagai alat identifikasi yang membantu pelanggan memahami kondisi mitra driver penyandang tunarungu, sekaligus menyesuaikan cara berkomunikasi selama perjalanan.

"Dengan menghadirkan rompi khusus ini, kami berharap mitra driver penyandang tunarungu dapat bekerja dengan lebih nyaman, dan pengguna pun dapat berinteraksi dengan mereka lebih mudah," katanya di Jakarta, Kamis (4/12).

Selain rompi khusus, GoTo, melalui Gojek, juga secara konsisten menghadirkan berbagai dukungan bagi mitra driver penyandang tunarungu, antara lain:

* Fitur chat otomatis di aplikasi untuk mempermudah interaksi dengan pelanggan

* Pelatihan dan panduan komunikasi sederhana

* Identitas Mitra Driver penyandang tunarungu di aplikasi, serta

* Pelatihan pelayanan prima melalui Tips Pintar.

Inisiatif-inisiatif ini menjadi langkah awal dari komitmen panjang YGMP untuk menciptakan ekosistem kerja yang inklusif bagi mitra driver. 

"Kami percaya bahwa setiap mitra memiliki potensi yang sama untuk berkembang, apa pun latar belakang atau kemampuan mereka. Dukungan untuk mitra disabilitas, termasuk mitra penyandang tunarungu, adalah bagian dari komitmen kami untuk membangun ekosistem kerja yang aman dan setara," katanya.

"Kami meyakini bahwa keterbatasan tidak pernah menghalangi para mitra untuk terus berkarya dan memberikan dampak positif bagi komunitas,” tutup Amelia. 

Mitra Driver penyandang tunarungu, Filifus Effendi mengungkapkan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh YGMP. "Rompi baru ini keren dan membuat saya lebih percaya diri dan membantu saya untuk lebih produktif setiap harinya. Semoga dukungan ini bisa terus diperluas dan merangkul lebih banyak mitra driver penyandang tunarungu seperti saya dan teman-teman lainnya, biar semakin semangat bekerja."

Rekomendasi