Komplotan Perampok di Dinkes Malang Mengendarai Mobil Pelat Merah

Jumat, 9 Agustus 2019 19:09 Reporter : Darmadi Sasongko
Komplotan Perampok di Dinkes Malang Mengendarai Mobil Pelat Merah Kantor Dinkes Kota Malang Disatroni Rampok. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Pelaku perampokan di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang membongkar banyak ruangan, tetapi hanya berhasil membawa uang tunai Rp 3,75 juta. Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna menduga para pelaku beraksi dengan cara random atau acak, merusak pintu dan kamar. Harapannya akan menemukan uang atau barang berharga.

"Asumsi sementara banyak, cuma yang kami ketahui fakta di lapangan, pelaku melakukan secara random atau acak. Diindikasikan dengan ruangan yang dibuka semua. Ibaratnya mengambil cara random sampling, tidak tahu keberadaan barang," kata Yogi di Mapolres Malang Kota, Jumat (9/8).

Pelaku akhirnya menemukan brankas uang. Mereka berusaha membuka namun gagal lantaran terlalu berat dan kesulitan. Sehingga hanya berhasil menggondol uang tunai dari ruang koperasi.

"Dibuka semua, mungkin pada saatnya kebetulan ketemu brankas, berusaha dibuka, tapi faktanya tidak bisa karena terlalu berat. Hampir semua ruangan diacak-acak," jelasnya.

Aksi perampokan tersebut terjadi Kamis (8/8) sekitar pukul 01.00 WIB. Empat pelaku menyekap satpam, penjaga dan seorang perempuan tenaga serabutan yang tidur bersama dua anaknya di kamar belakang.

Yogi juga menduga, Dinkes sudah dijadikan target para pelaku, tetapi kesulitan mencari posisi uang yang dicari tersebut. Bahkan sejumlah barang berharga seperti laptop dan handphone tidak diambil pelaku.

"Kami menduga mencari uang yang tersimpan di kantor tersebut. Namun pada faktanya beberapa alat elektronik lainnya tidak diambil, seperti laptop dan HP," katanya.

Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan. Selain itu juga terus memeriksa para saksi yang diduga mengetahui kejadian.

"Saksi-saksi yang sudah diperiksa, saksi korban yakni Agus (sekuriti), Pudjo (petugas kebersihan) yang setiap malam tinggal di kantor," lanjutnya.

Para terduga pelaku datang menggunakan mobil berpelat merah, tetapi masih didalami kemungkinan hanya digunakan sebagai kamuflase atau teknik menghilangkan jejak.

"Atau juga memang benar-benar kendaraan pelat merah," jelasnya.

Polisi juga memeriksa sidik jari, tetapi memang sampai saat ini belum menemukan sidik jari yang tercecer. Sehingga memang masih terus didalami di beberapa objek.

Para korban juga kesulitan mengenali pelaku. Kendati saat itu pelaku tidak mengenakan penutup wajah, namun karena kondisi gelap membuat korban sulit mengenali secara detail.

"Korban sempat memberikan kesaksian kalau pelaku tidak mengenakan penutup muka. Tetapi pada saat itu kondisi gelap, kondisi tidak terlalu jelas, korban tidak bisa mengetahui secara rinci bagaimana karakteristik dan perawakan pelaku," urainya.

Sementara CCTV yang terpasang sengaja dirusak pelaku dan membawa decodernya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Perampokan
  2. Malang
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini