Komitmen Kapolda Usut Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus Secara Transparan

Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim menegaskan bahwa pengawasan dilakukan agar proses penyidikan berjalan sesuai aturan.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Komitmen Kapolda Usut Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus Secara Transparan
Komitmen Kapolda Usut Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus Secara Transparan (Merdeka.com)

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri berkomitmen untuk terus mengusut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, dan pengusutan dilakukan objektif dan transparan.

"Penanganan perkara ini, kami dari jajaran Polda Metro Jaya dan Mabes Polri, sesuai instruksi Bapak Presiden dan Bapak Kapolri, berkomitmen untuk menjalankan seluruh proses secara objektif, transparan, dan akuntabel," kata Asep saat konferensi pers, Rabu (18/3).

Dia memastikan setiap perkembangan penyelidikan akan disampaikan ke publik. "Pada hari ini, kami akan menyampaikan perkembangan dari hasil pendalaman penyelidikan dan penyidikan, khususnya yang berkaitan dengan temuan rekaman video dan CCTV," ucap dia

Asep menyebut penyidik terus menindaklanjuti setiap temuan dalam kasus ini. "Proses pengungkapan perkara ini berjalan transparan, profesional, dan setiap temuan ditindaklanjuti maksimal," ucapnya.

Sementara itu, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim menegaskan bahwa pengawasan dilakukan agar proses penyidikan berjalan sesuai aturan.

"Kehadiran saya untuk memastikan proses penyidikan sesuai SOP, akuntabel, dan transparan sehingga meminimalisir komplain publik," ujar Abdul Karim.

Di tempat yang sama, Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menjelaskan korban sudah dibuntuti sejak dari kantor YLBHI. "Video pertama menunjukkan pada pukul 19:45 WIB korban memasuki kantor YLBHI untuk mengikuti kegiatan podcast,” kata Iman saat konferensi pers, Rabu (18/3).

"Kemudian selanjutnya termonitor di sana korban keluar dari kantor YLBHI. Dan dari sejak dari kantor YLBHI termonitor berdasarkan CCTV yang kami ambil itu sudah ada yang mengikuti oleh terduga pelaku orang tak dikenal," tambah dia.

Dari rekaman, dua pelaku diduga sebagai eksekutor mulai membuntuti korban ketika keluar lokasi. "Ini terlihat rekan-rekan sekalian kalau kita lihat ini yang kami beri tanda, korban sudah keluar kemudian mulai diikuti oleh salah satu motor yang ditunggangi dua orang yang kami duga sebagai eksekutor," ucap dia.

Saat korban mengisi bensin di SPBU, pelaku kembali terekam. Ciri pakaian dan kendaraan sama dengan yang digunakan saat eksekusi. "Akan ada kesesuaian antara pakaian yang digunakan dengan kendaraan yang digunakan," terang dia.

Polisi juga menemukan motor lain yang diduga bagian kelompok pelaku sudah menunggu di jalur menuju ke lokasi kejadian. Di TKP, pelaku menyiramkan cairan ke arah korban. Aksi terekam jelas dalam CCTV. Usai menyerang, pelaku kabur berpencar. Satu motor melawan arus ke Jalan Diponegoro. Di lokasi itu, dua pelaku terlihat membersihkan tubuh dengan air mineral. Cairan diduga mengenai tubuh mereka.

"Eksekutor ini diduga cairan tersebut mengenai sebagian dari anggota tubuhnya sehingga mereka berdua mencoba membersihkan dengan air mineral, ini terlihat di video CCTV," ucap dia.

Dia menambahkan, juga terlihat mengganti pakaian. Kemeja batik biru dilepas, menyisakan kaos merah. Pelaku lain kabur ke arah Matraman dan terekam di underpass. Penelusuran CCTV sebelum kejadian menunjukkan pelaku sudah bergerak sejak sore.

Pada pukul 17.18 WIB, wajah salah satu pelaku sempat terekam jelas. Pukul 17.22 WIB, pelaku terlihat menuju lokasi kejadian. Polisi juga menemukan helm pelaku di sekitar TKP.

"Saat ini sedang dilakukan uji laboratoris," ucap dia.

Dari pemeriksaan 15 saksi dan analisis barang bukti, polisi mengidentifikasi dua pelaku berinisial BHC dan MAK. "Dari keterangan saksi dan analisis CCTV serta Satu Data Polri, kami menduga dua orang berinisial BHC dan MAK," ucap dia.

Iman menduga jumlah pelaku bisa lebih dari empat orang. Dugaan itu berkembang dari hasil penyelidikan di lapangan.

"Tidak menutup kemungkinan juga ini pelaku dapat diduga lebih dari empat sebagaimana informasi awal yang kami sampaikan kepada rekan-rekan media sekalian," ujar dia.

Rekomendasi