Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kembali menyoroti tingginya angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan niaga di Indonesia. Hasil investigasi terbaru menunjukkan bahwa dua faktor utama yang terus menjadi pemicu adalah kelalaian manusia dan kurangnya perawatan kendaraan operasional. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak terkait untuk menekan angka insiden di jalan.
Senior Investigator KNKT, Ahmad Wildan, menegaskan bahwa faktor manusia masih menjadi penyebab dominan dalam insiden kecelakaan. Selain itu, kondisi kendaraan yang kurang layak dan sistem operasional yang tidak optimal turut berkontribusi pada risiko kecelakaan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya edukasi dan ketegasan dalam penerapan standar keselamatan.
Oleh karena itu, pihak perusahaan dan produsen kendaraan niaga di Indonesia diharapkan dapat lebih proaktif. Mereka perlu memberikan edukasi yang berkelanjutan mengenai pentingnya perawatan kendaraan secara berkala untuk memastikan keselamatan di jalan raya. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan transportasi yang lebih aman.
Advertisement
Advertisement
Berdasarkan hasil investigasi KNKT, faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan yang melibatkan kendaraan niaga. Ahmad Wildan, Senior Investigator KNKT, menjelaskan bahwa selain faktor manusia, kondisi kendaraan dan sistem operasional juga memiliki pengaruh signifikan terhadap terjadinya insiden kecelakaan. Ini menunjukkan bahwa masalah keselamatan transportasi adalah isu kompleks yang melibatkan banyak aspek.
Pentingnya ketegasan dari pihak perusahaan dan produsen kendaraan niaga di Indonesia ditekankan untuk memberikan edukasi terkait perawatan kendaraan secara berkala. Kelalaian dalam perawatan dapat menyebabkan kendaraan tidak laik jalan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.
Faktor pengemudi, seperti kondisi tubuh, kompetensi, dan disiplin, disebut sebagai penyebab 99 persen kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi pengemudi serta manajemen perawatan kendaraan menjadi kunci penting dalam meningkatkan keselamatan transportasi.
Advertisement
Advertisement
Pengemudi kendaraan niaga memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam menjaga keselamatan di jalan. Pieter Andre, Training Division Head HMSI, menjelaskan bahwa pihaknya secara aktif memberikan kegiatan edukasi terkait keselamatan berkendara bagi para pengemudi kendaraan niaga. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan mereka.
Pelatihan yang berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan kompetensi, kesadaran keselamatan, serta efisiensi berkendara para pengemudi. Selain itu, manajemen perawatan kendaraan yang baik memastikan bahwa kendaraan selalu laik jalan dan fitur keselamatan bekerja secara optimal.
HMSI melalui Hino Indonesia Academy juga berkontribusi dalam mendukung program peningkatan kualitas SDM di sektor transportasi melalui pelatihan mengemudi truk dan bus. Upaya ini diharapkan dapat menekan tingkat kecelakaan dan risiko dalam transportasi, menjadikan transportasi di Indonesia lebih aman dan nyaman.
Advertisement
Advertisement
Keterlibatan dan kolaborasi antara berbagai pihak seperti Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), regulator, dan operator, menjadi kunci sukses untuk menurunkan angka kecelakaan yang diakibatkan oleh kendaraan niaga di Indonesia. Sinergi ini esensial untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan terpercaya.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi PO Primajasa, Bayu Permana, menekankan bahwa perekrutan pengemudi tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Seleksi yang ketat diperlukan untuk mengurangi kejadian serupa di kemudian hari dan memastikan pengemudi memiliki kualifikasi yang memadai.
PO Primajasa juga telah meningkatkan standar perawatan sesuai dengan standar ATPM, mencakup prosedur bengkel, fasilitas, hingga peningkatan kompetensi mekanik dan penyediaan inspektur kendaraan. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen industri dalam menjaga keselamatan operasional armadanya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews