Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kartika Listriana, menegaskan ruang laut Indonesia menyimpan potensi besar yang bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki sumber daya alam laut yang melimpah, mulai dari perikanan, energi, hingga jasa lingkungan esensial.
Potensi tersebut, kata Kartika, dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk penyediaan pangan dan perlindungan ekosistem, tetapi juga sebagai lokus strategis bagi pembangunan sektor-sektor baru.
“Memang ternyata ruang laut ini ke depan bisa menjadi salah satu lokus strategis untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi 8 persen. Nah, ini yang harus kita seimbangkan,” kata Kartika dalam Lokakarya Nasional Penataan Ruang Laut pada Ekosistem Karbon biru, di Jakarta, Kamis (11/9).
Ia menambahkan, tantangan global seperti perubahan iklim, polusi laut, dan overfishing menuntut pengelolaan ruang laut yang lebih bijak. Tanpa tata kelola yang baik, potensi ekonomi biru justru bisa berubah menjadi ancaman keberlanjutan.
Oleh karena itu, perencanaan ruang laut kini menjadi bagian integral dari strategi pembangunan ekonomi Indonesia. Pemerintah ingin memastikan laut tidak hanya dieksploitasi, tetapi juga dijaga agar tetap berkelanjutan.
“Namun, pada sisi yang lain laut kita juga menghadapi ancaman serius apabila tidak dikendalikan secara optimal, khususnya dari kegiatan-kegiatan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, pencemaran limbah dan sampah plastik, serta penangkapan ikan berlebih dan dampak perubahan iklim,” ujarnya.
Advertisement
Strategi Lima Pilar Ekonomi Biru
Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi, KKP telah menyiapkan lima program prioritas yang menjadi fondasi ekonomi biru.
Pertama, perluasan kawasan konservasi laut hingga 30 persen pada 2045. Kedua, penerapan penangkapan ikan terukur berbasis kuota untuk menjaga stok ikan tetap lestari.
Ketiga, pengembangan budidaya laut berkelanjutan, termasuk di pesisir utara Jawa yang kini sedang dipersiapkan sebagai kawasan percontohan.
Keempat, pengawasan dan pengendalian wilayah pesisir serta pulau-pulau kecil agar terhindar dari kerusakan lingkungan.
“Kelima, adalah pembersihan sampah plastik di laut. Jadi saat ini KKP akan mendorong program pantai bersih-pantai sehat,” ujarnya.