Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Kalibacin, wisata tertua di Banyumas dipercaya bisa obati penyakit

Kisah Kalibacin, wisata tertua di Banyumas dipercaya bisa obati penyakit Kalibacin dan juru kunci. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Sumber mata air Kalibacin di Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, sejak ratusan tahun silam telah menjadi lokasi tujuan banyak orang untuk menyembuhkan ancaman penyakit. Tak pernah kering meski musim kemarau panjang melanda, pemandian Kalibacin telah menjadi simbol pemanfaatan kekayaan alam untuk kebermanfaatan khalayak luas.

Bermula di abad ke-17, pada tahun 1872, wedana Banyumas saat itu, R Dipowinoto mulai menjadikan sumber mata air Kalibacin sebagai pemandian umum bernama Tamba Wringin Tirta Hoesada. Perluasan mata air Kalibacin menjadi sendang bisa dikatakan pula rintisan obyek wisata tertua dan bersejarah di Kabupaten Banyumas.

Kalibacin sendiri memiliki muatan arti berbau kurang sedap. Sejarah panjang Kalibacin mulai dari berawal nama Tuk Sumingkir sampai Tirta Hoesada diabadikan dalam tembang dandanggula yang ditulis dalam aksara Jawa. Tembang tersebut terdiri dari 45 baris yang dibagi dalam 2 bidang masing-masing 23 baris dan 22 baris.

Kini, prasasti tersebut ditulis kembali di atas papan yang terpasang di dinding kamar mandi rendam bangunan warisan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Sederet nama yang pernah berjasa melestarikan pemandian ini terpampang di dalamnya yakni R Danoesoebroto (1909), R Diposoebroto (1992), R Poerwodibroto (1924) dan RM Tjokrodiprodjo (1928). Nama-nama itu merujuk pada penguasa setempat yang terus berupaya memelihara dan mengembangkan pemandian semakin nyaman didatangi banyak orang.

Budi Soma Putra (86) selama 40 tahun lebih menjadi juru pelihara pemandian Tirta Hoesada Kalibacin. Dia bercerita air di sendang Kalibacin, secara kasat mata kerap berubah-rubah warna saban hari. Kadang air berwarna putih serupa air perasan beras, beberapa hari kemudian berwarna hijau muda atau tua. Tak jarang pula air berwarna biru.

Sejak ratusan tahun, Kalibacin dipercaya dapat menyembuhkan berbagai ancaman penyakit. Warga sekitar Banyumas juga di luar Banyumas kerap berendam di kamar mandi yang dibangun permanen sebagai hadiah pemerintah Hindia Belanda pada 1909. Kamar mandi ini, suatu kali juga pernah didatangi oleh Pakubuwono X untuk berendam.

kalibacin dan juru kunci

Kalibacin dan juru kunci ©2018 Merdeka.com

"Setiap bulan syuro, dari Keraton Surakarta atau Keraton Cirebon kerap berziarah ke pemandian ini. Mereka melakukan napak tilas," ujar Soma saat ditemui merdeka.com di area Kalibacin, Sabtu (27/10).

Berdasarkan profil Pemandian Tirta Hoesada Kalibacin yang terlacak di web resmi Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kabupaten Banyumas, diteliti air Kalibacin mengandung mineral tinggi. Kandungan terbanyak yakni belerang dan zinc. Sejak ratusan tahun silam sampai kini, pemandian Kalibacin paling banyak didatangi oleh masyarakat yang mengeluh alami penyakit gatal, rematik dan syaraf.

"Khasiatnya untuk menyembuhkan penyakit sudah terbuktikan pada banyak orang," kata Soma.

Sebagai obyek wisata tertua dan menyejarah di Kabupaten Banyumas, Kalibacin telah ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya. Kalibacin terus dikembangkan untuk menarik semakin banyak pengunjung dengan pembangunan dua kolam renang yang diperuntukkan bagi anak-anak.

Kalibacin pada akhirnya, kata Budi Soma, adalah simbol kemanusiaan. Tanggung jawab moral untuk tak menguasai kebermanfaatan alam untuk kepentingan pribadi. Tapi membuka seluas-luasnya untuk membantu orang lain yang tengah mengalami kesusahan dilanda penyakit.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP