Kisah Fabio Azka Irawan, Anak Fotografer Freelance yang Hobi Sepak Bola hingga jadi Andalan Timnas U-17
Ada perjuangan Fabio Azka di balik prestasinya menggoceh si kulit bundar hingga menjadi andalan timnas U-17.
Fabio Azka Irawan pemain bek timnas U-17 yang turut membanggakan Indonesia dengan kemenangan tahap kualifikasi piala dunia grup C merupakan salah satu putra kebanggaan Lampung.
Pemuda kelahiran Tulang Bawang, 29 Februari 2008 itu merupakan anak sematang wayang dari pasangan Endang Irawan dan Suharti yang saat ini sudah menetap di daerah Pancoran, Jakarta Selatan.
Ayah Fabio yang berprofesi sebagai freelance fotografer dan ibunya hanyalah ibu rumah tangga ini selalu mendukung segala aktivitas sang anak, yang berawal dari hobi hingga mendapatkan segudang prestasi.
"Anaknya memang suka main bola karena di depan rumah langsung lapangan juga. Sejak SD (sekolah dasar) sudah masuk di SSB (Sekolah Sepak Bola) Garuda Sakti umur 7-8 tahun. Lalu SSB vakum dan pindah ke SSB Belalang umur 9-10. Dia (Fabio) bilang kalau Lagi vakum dan minta carikan tempat lain, dan saya carikan lagi," kata Endang ketika di wawancarai, Jumat (11/4).
Perjuangan Meraih Prestasi
Setelah itu, Fabio melanjutkan karirnya ke SSB MC Utama di lapangan Banteng selama 1 tahun. "Karena Fabio berkembang dan ada yang melirik dimasukan ke ASIOP Football Academy pada U-12, lalu ikut turnamen dengan top skor dan sering dapat juara penghargaan," ujar Endang.
Menurut dia, sejak di ASIOP Football Academy Fabio menempati posisi tengah (gelandang), namun sang pelatih melihat potensi lain pada Fabio, sehingga posisi dipindahkan posisi bek.
"Waktu dari SD ke SMP dapat beasiswa dan pindah ke SSD RMB Tebet pada U-13 dan besar di RMB, lalu di U-15 ikut seleksi Persija dan dilirik oleh Coach Nova Arianto dan ikut Piala AFF 2024, lalu di timnas U-17 ini juga seleksinya banyak dan alhamdulillah masuk juga," kata Endang.
Dengan keberhasilannya sang anak, Endang merasa bangga karena anak semata wayangnya ini turut membanggakan nama baik Indonesia dengan kualifikasi Piala Dunia U-17.
"Semua ada yang dikorbankan, Fabio juga mengorbankan masa mudanya yang harusnya dihabiskan dengan bermain tapi ini mengembangkan hobinya. Tapi dari hobi itulah dia bisa membanggakan orang tuanya hingga Indonesia juga turut bangga,” jelas Endang.
Endang mengungkapkan bersama sang istri tak selalu bisa menemani sang anak di setiap pertandingannya, namun dia selalu mendukung dan mendoakan di setiap kegiatan sang anak.
"Kami juga selalu dukung dan paham apa yang dilakukan. Kalau lagi pulang juga selalu makan-makanan yang sehat dan berolahraga terus. Memang enggak bisa nonton terus, tapi kami selalu nobar (nonton bareng) di ;apangan depan rumah dengan warga pula sekitar, buat layar nonton bersama. Semua warga di sini bangga Fabio,” pungkasnya.