Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu momen yang dinanti banyak pekerja menjelang perayaan Idul Fitri. Namun, di tengah ketidakpastian global yang berpotensi memicu kenaikan harga energi dan pangan, pengelolaan THR harus dilakukan secara bijak. Perencana keuangan Rista Zwestika CFP WMI, seorang duta literasi keuangan syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), membagikan kiat-kiat penting untuk memastikan dana THR dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.
Rista Zwestika menekankan bahwa situasi geopolitik global saat ini menuntut kehati-hatian lebih dalam menggunakan THR. Kondisi ini dapat menyebabkan fluktuasi ekonomi yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Oleh karena itu, strategi pengelolaan keuangan yang matang menjadi krusial untuk menjaga stabilitas finansial.
Untuk membantu masyarakat mengelola THR dengan efektif, Rista memperkenalkan prinsip sederhana yang disebut 3P: Prioritas, Proteksi, dan Perayaan. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari THR dialokasikan pada pos-pos yang paling penting, sekaligus memberikan perlindungan finansial di masa depan, tanpa melupakan esensi perayaan Idul Fitri.
Advertisement
Advertisement
Langkah pertama dalam mengelola THR secara bijak adalah dengan memprioritaskan kebutuhan utama yang berkaitan langsung dengan perayaan Idul Fitri. Rista Zwestika menyarankan agar dana THR digunakan untuk kewajiban seperti membayar zakat, yang merupakan rukun Islam dan memiliki waktu pembayaran khusus. Selain itu, biaya untuk mudik, jika direncanakan, juga harus menjadi prioritas utama.
Memenuhi kebutuhan keluarga selama hari raya juga termasuk dalam kategori prioritas ini. Ini bisa meliputi pembelian bahan makanan, pakaian baru untuk anak-anak, atau kebutuhan pokok lainnya yang esensial untuk merayakan Idul Fitri dengan layak. Pengalokasian dana untuk pos-pos ini memastikan bahwa aspek-aspek penting dari perayaan tidak terabaikan.
Dengan memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan ini, masyarakat dapat memastikan bahwa esensi Idul Fitri terpenuhi tanpa harus terbebani oleh pengeluaran yang tidak terencana. Pendekatan ini membantu menjaga fokus pada hal-hal yang benar-benar penting selama periode perayaan.
Advertisement
Advertisement
Selain prioritas kebutuhan, sebagian dari uang THR sebaiknya dialokasikan untuk proteksi keuangan. Rista Zwestika sangat menganjurkan penyisihan dana darurat, terutama jika jumlahnya belum ideal, yaitu minimal 6-12 bulan dari pendapatan.
Menurut Rista, dalam masa ketidakpastian, cash buffer (cadangan uang tunai) seringkali lebih penting daripada gaya hidup sesaat. Ini berarti memiliki simpanan yang cukup untuk menghadapi kejadian tak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau kebutuhan mendesak lainnya.
Lebih lanjut, dalam kondisi geopolitik yang menegang, Rista menyarankan untuk menggunakan sebagian dana THR untuk berinvestasi pada aset dengan nilai stabil dan risiko rendah. Contoh aset yang direkomendasikan antara lain emas, Surat Berharga Negara (SBN), dan reksa dana. Investasi ini berfungsi sebagai bentuk proteksi nilai aset di tengah potensi inflasi atau gejolak ekonomi.
Advertisement
Advertisement
Meskipun penting untuk memprioritaskan dan memproteksi keuangan, Rista Zwestika juga mengakui bahwa THR dapat digunakan untuk keperluan perayaan Idul Fitri. Namun, ia menekankan pentingnya tidak berlebihan dalam mengalokasikan dana untuk perayaan.
Alokasi dana untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga sebaiknya diupayakan secukupnya saja. Hal ini bertujuan untuk menghindari pemborosan dan memastikan bahwa dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efektif untuk tujuan lain yang lebih krusial.
Pendekatan ini mendorong masyarakat untuk menikmati kebahagiaan Idul Fitri tanpa harus mengorbankan stabilitas keuangan jangka panjang. Keseimbangan antara perayaan dan pengelolaan keuangan yang bijak adalah kunci utama dalam memanfaatkan THR secara optimal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews