Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Aset Muslimat NU Jatim, BPN Siap Bantu

Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, mendorong percepatan sertifikasi aset Muslimat NU Jawa Timur untuk kepastian hukum dan menghindari sengketa di masa depan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Aset Muslimat NU Jatim, BPN Siap Bantu
Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, mendorong percepatan sertifikasi aset Muslimat NU Jawa Timur untuk kepastian hukum dan menghindari sengketa di masa depan. (AntaraNews)

Khofifah Indar Parawansa, selaku Ketua Umum Dewan Pembina Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), aktif mendorong percepatan sertifikasi aset. Inisiatif ini menyasar aset-aset milik Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang Muslimat NU di Jawa Timur. Sinergi strategis dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat menjadi kunci utama dalam upaya ini.

Langkah ini bertujuan memberikan kepastian hukum atas aset-aset yang telah dibangun melalui jerih payah para jamaah. Sertifikasi juga diharapkan dapat mencegah potensi sengketa di masa mendatang, memastikan keberlanjutan manfaat bagi organisasi. Dukungan penuh dari Kanwil BPN Jatim sangat diapresiasi dalam proses legalisasi aset Muslimat NU ini.

Aset-aset tersebut berasal dari iuran swadaya, tradisi jimpitan, hingga sumbangan hasil bumi dari ibu-ibu Muslimat NU. Proses pengumpulan ini dilakukan secara konsisten selama bertahun-tahun, menunjukkan komitmen kuat dari akar rumput. Kehadiran Kepala Kanwil BPN Jatim langsung memberikan penjelasan serta membuka ruang dialog.

Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya kepastian hukum bagi aset-aset Muslimat NU. Legalitas ini tidak hanya esensial secara administratif, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan jamaah. Upaya percepatan sertifikasi aset Muslimat NU ini menjadi kabar gembira bagi seluruh anggota.

Aset-aset yang akan disertifikasi merupakan hasil dari pengorbanan kolektif para ibu-ibu Muslimat NU. Mereka secara rutin menyisihkan iuran, melakukan jimpitan, dan memberikan sumbangan hasil bumi. Pengorbanan ini menumbuhkan rasa memiliki yang sangat kuat di antara para anggota.

“Maka kesempatan dari Kanwil BPN Jatim ini sesungguhnya adalah bagai angin surga bagi ibu ibu Muslimat NU yang telah mengumpulkan iuran, jimpitan dan nanti asetnya bisa atas nama Muslimat, itu sesuatu sekali,” ujar Khofifah. Penamaan aset atas nama organisasi memperkuat identitas dan kepemilikan. Ini juga menjadi bentuk penghargaan terhadap jerih payah para anggota.

Khofifah berharap proses sertifikasi dapat berjalan cepat, bahkan dengan target Januari hingga Maret. “Apalagi kalau diberi deadline Januari - Maret saya lebih senang. Intinya semua ber-fastabiqul khoirot yang tujuannya agar aset Muslimat NU menjadi aman,” tambahnya. Keamanan aset adalah prioritas utama.

Kepala Kanwil BPN Jatim, Asep Heri, menyatakan komitmen kuatnya untuk membantu penyelesaian sertifikasi aset Muslimat NU. BPN menargetkan penyelesaian ini pada tahun 2026, menunjukkan dukungan nyata dari pemerintah. Ini merupakan bagian dari program besar sertifikasi tanah nasional.

Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN memiliki target ambisius untuk menerbitkan 513.000 sertifikat tanah. Dari jumlah tersebut, sekitar 40.000 sertifikat ditujukan untuk tanah wakaf. Program ini mencakup berbagai jenis aset, tidak hanya yayasan seperti Muslimat NU.

Asep Heri menjelaskan bahwa beberapa aset pendidikan Muslimat NU, seperti sekolah playgroup dan TK, masih belum bersertifikat. “Nah di Muslimat ini beberapa aset pendidikan di sekolah playgroup dan TK-nya belum bersertifikat,” kata Asep Heri. Ini menjadi fokus utama dalam upaya sertifikasi aset Muslimat NU.

Aset-aset tersebut akan dipetakan ke dalam empat kluster berbeda. Kluster ini meliputi aset dengan dokumen lengkap, dokumen tidak lengkap, tanpa dokumen, dan aset yang bermasalah. Tim khusus akan dibentuk untuk menangani setiap kluster bersama pihak terkait, memastikan proses sertifikasi berjalan lancar dan efisien.

Sinergi antara Muslimat NU dan Kanwil BPN Jatim diharapkan menghasilkan langkah-langkah strategis. Pertemuan dan dialog langsung menjadi sarana efektif untuk mempercepat proses legalisasi aset. Keamanan aset menjadi prioritas utama bagi kedua belah pihak dalam kerja sama ini.

Kepastian hukum aset sangat vital untuk menghindari sengketa di masa depan. Dengan sertifikasi, aset-aset ini akan memiliki dasar hukum yang kuat, melindungi dari klaim pihak lain. Ini juga memastikan aset dapat terus digunakan untuk kepentingan umat dan organisasi secara berkelanjutan.

Proses sertifikasi aset Muslimat NU bukan hanya sekadar formalitas administratif. Ini adalah bentuk pengakuan terhadap kontribusi dan perjuangan panjang para jamaah. Dengan aset yang aman, Muslimat NU dapat lebih fokus pada program-program sosial dan keagamaan, serta pengembangan komunitas.

“Melalui silaturahmi hari ini kita harap dapat membuat langkah-langkah strategis dalam rangka percepatan persertifikatan aset-aset Muslimat NU,” ujar Asep Heri. Ini menunjukkan semangat kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama dalam mengamankan aset organisasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi