Khofifah Dorong OPOP Naik Kelas: Inovasi Teknologi ITS Kunci Daya Saing Produk Pesantren

Gubernur Khofifah tegaskan program OPOP harus naik kelas melalui inovasi dan teknologi ITS, didukung sinergi lintas sektor demi daya saing produk pesantren di pasar global.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Khofifah Dorong OPOP Naik Kelas: Inovasi Teknologi ITS Kunci Daya Saing Produk Pesantren
Gubernur Khofifah tegaskan program OPOP harus naik kelas melalui inovasi dan teknologi ITS, didukung sinergi lintas sektor demi daya saing produk pesantren di pasar global. (AntaraNews)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan program One Pesantren One Product (OPOP) harus terus berkembang dan naik kelas. Hal ini krusial untuk memastikan produk-produk unggulan dari pesantren mampu bersaing secara optimal di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

Penekanan ini disampaikan Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya pada hari Sabtu, 20 Desember. Ia secara khusus menyoroti pentingnya inovasi, pemanfaatan teknologi terkini, serta sinergi lintas sektor sebagai pendorong utama kemajuan OPOP.

Sinergi yang kuat, khususnya dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, diharapkan dapat memberikan penguatan signifikan. Langkah strategis ini bertujuan agar pelaku usaha pesantren memiliki daya saing produk yang setara dengan produk komersial lainnya, terutama dalam hal kualitas dan manajemen.

Peran Inovasi dan Teknologi dalam Peningkatan Kualitas OPOP

Khofifah menyampaikan bahwa penguatan program Eko-Tren OPOP sangat penting untuk masa depan ekonomi pesantren. Tujuannya adalah agar pelaku usaha pesantren memiliki daya saing yang setara dengan produk komersial di pasaran. Fokus utamanya terletak pada peningkatan kualitas produk, desain kemasan yang menarik, serta manajemen usaha yang profesional.

Keberadaan OPOP Training Center (OTC) di lingkungan ITS akan memberikan pendampingan menyeluruh dan berkelanjutan. Pendampingan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari desain produk yang inovatif, pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk efisiensi, hingga proses sertifikasi halal yang krusial. Selain itu, peningkatan tata kelola usaha juga menjadi bagian penting dari program ini.

Gubernur Khofifah secara khusus mengucapkan terima kasih atas sinergi yang terjalin antara berbagai elemen strategis. Kolaborasi ini merupakan langkah maju yang signifikan untuk pengembangan program One Pesantren One Product. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan OPOP secara berkelanjutan.

Peningkatan kualitas kemasan dan tampilan produk menjadi faktor krusial dalam upaya memperluas pasar. Hal ini sangat penting bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis pesantren. Kemasan yang indah dan menarik secara visual akan membantu produk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Sinergi ITS dan Akses Pasar Global untuk Produk Pesantren

Pemanfaatan teknologi dan Artificial Intelligence (AI) diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi secara signifikan. Teknologi juga akan mendorong lahirnya inovasi produk-produk pesantren yang lebih beragam dan berkualitas. Lebih jauh lagi, langkah ini akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi usaha pesantren di seluruh Jawa Timur.

Khofifah menambahkan, pertemuan kali ini bukan sekadar peresmian OPOP Training Center semata. Namun, ada nilai tambah yang luar biasa jika sinergitas yang telah dibangun ini bisa dimaksimalkan sepenuhnya. Dengan demikian, pelaku usaha OPOP akan memiliki kesempatan besar untuk mengoptimalkan seluruh produk mereka dan menjangkau pasar yang lebih luas lagi.

OPOP Training Center ITS sendiri berlokasi satu kawasan dengan Inkubator dan Layanan Bisnis Inovasi (ILBI) ITS. ILBI selama ini telah dikenal aktif mendampingi pengembangan startup berbasis inovasi dan teknologi. Lokasi strategis ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pengembangan ekonomi pesantren berbasis teknologi di Jawa Timur secara komprehensif.

Dengan dukungan penuh dari ITS, produk-produk OPOP diharapkan tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal. Namun, juga dapat menjangkau pasar nasional bahkan internasional. Ini adalah langkah strategis yang akan membawa produk pesantren ke kancah yang lebih kompetitif dan global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi