Khatib Jumat di Aceh Diminta Serukan Pesan Menenangkan Terkait Virus Corona
Merdeka.com - Pemerintah Aceh menyerukan para khatib Jumat di seluruh bumi Serambi Makah agar menyampaikan pesan menenangkan terkait wabah virus corona. Virus berasal dari Huwan, China ini telah menjangkiti Indonesia sejak awal Maret 2020 lalu.
"Kami meminta para khatib dan para da'i kami di wilayah perbatasan untuk menyampaikan kepada jemaah Jumat hari ini agar tidak menyikapi persoalan virus corona berlebihan," kata Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Alidar, usai rapat pembahasan penanganan virus corona, di Ruang Rapat Potensi Daerah Kantor Gubernur Aceh, Jum'at, (6/3).
Alidar meminta masyarakat tetap tenang menghadapi wabah virus corona ini. Masyarakat diminta agar memperbanyak doa serta membaca Qunut Nazilah agar terlindung dari segala bala dan musibah.
Alidar meyakini, penyampaian hal tersebut efektif dilakukan melalui wadah mimbar salat Jum'at. Sementara di wadah lainnya seperti sekolah, sosialisasi juga akan dilakukan oleh pihak Dinas Pendidikan Aceh.
Menurut Alidar, virus corona itu tidak begitu menakutkan. Ia mengatakan, virus tersebut tidak akan hinggap pada tubuh manusia yang bersih dan sehat. Oleh sebab itu, ia juga meminta agar khatib mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh yang baik.
"Dalam minggu depan ini, kita juga akan menurunkan khatib-khatib dari provinsi ke kabupaten kota untuk mensosialisasikan terkait persoalan virus ini," ucapnya
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Aceh dr. Hanif, mengimbau masyarakat tidak perlu memakai masker untuk mengantisipasi penularan virus corona yang mulai merebak di Indonesia. Menurutnya, jika kondisi daya tahan tubuh dalam keadaan sehat dan kuat, maka tidak akan terinfeksi virus.
"Yang terpenting adalah kita harus hidup bersih dan memperbanyak makan buah, sayur dan protein untuk meningkatkan daya tahan tubuh," kata Hanif .
Hanif mengatakan, masker lebih diutamakan untuk dipakai oleh mereka yang sedang sakit, seperti flu, pilek dan demam. Kemudian, petugas kesehatan, itu harus pakai masker, supaya mereka dalam memberikan pelayanan pada masyarakat tidak tertular dari pasien.
"Masyarakat tidak perlu menimbun masker, membeli masker banyak banyak, tapi bila ingin memakai masker juga tidak dilarang, silahkan," kata Hanif.
Sesuai arahan Plt Gubernur, kata Hanif, masyarakat tidak perlu panik dan terlalu ketakutan. Ia meminta masyarakat untuk memperbanyak doa agar Allah menjauhkan penyakit tersebut kepada masyarakat Aceh.
Kemudian, Kadis Kesehatan Aceh itu, juga mengimbau agar masyarakat Aceh tidak melakukan perjalanan ke luar negeri untuk saat ini. Sebab, penyebaran covid 19 di sejumlah negara sedang berkembang.
"Kita berupaya jangan ada masyarakat kita tertular di luar (di luar negeri), ditakutkan jika pulang akan tertular di daerah kita," kata Hanif.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya