Ketum PPP desak PBB kirim pasukan perdamaian ke Myanmar

Sabtu, 16 September 2017 23:31 Reporter : Fikri Faqih
Ketum PPP desak PBB kirim pasukan perdamaian ke Myanmar Romahurmuzy. ©2017 merdeka.com/Sania Mashabi

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mendesak anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengirimkan pasukannya ke Myanmar. Sebagai pasukan perdamaian, mereka diharap mampu menghentikan kejahatan kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya.

Romy mengatakan, pengiriman pasukan perdamaian ini harus segera dilakukan. Mengingat berdasarkan laporan media, desa yang telah ditinggalkan etnis Rohingya dibakar oleh pihak tidak bertanggungjawab.

"Kami berharap, yang utama negara-negara yang tergabung dalam dewan keamanan PBB untuk segera mengirimkan pasukan keamanan perdamaian," katanya di Padang, Sabtu (16/9).

Dia menjelaskan, turunnya pasukan perdamaian dari PBB adalah sebuah keharusan dibutuhkan kecepatan. Sehingga harapannya mampu menurunkan eskalasi terjadi pembakaran-pembakaran. Selain pasukan, etnis Rohingya juga membutuhkan logistik.

"Bantuan kemanusiaan karena jumlah warga Rohingya ini satu juta tidak cukup Indonesia sendiri yang menolongnya, tidak cukup negara-negara Islam yang menolongnya, lihat lah ini sebagai satu kemanusiaan bukan hanya konflik yang berlatar agama," jelasnya.

Anggota Komisi XI DPR RI ini mengapresiasi pemerintah yang telah mencoba melakukan upaya untuk menghentikan pembantaian terhadap etnis Rohingya. Mulai dengan jalur-jalur diplomatik yang di miliki, serta mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Myanmar.

"Ini kali pertama kita memberikan bantuan kemanusiaan dalam jumlah yang sangat besar dan ini kali pertama pemerintah menghimpun melalui kemanusiaan untuk Myanmar seluruh masyarakat sipil yang mengumpulkan patungan untuk masyarakat Myanmar," tutup Romy. [fik]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini