Kesal Benderanya Tak Laku, Pedagang Jalanan Ngamuk Rusak dan Lempari Rumah Penjual Online di Garut

Setidaknya tiga rumah warga yang berada di Desa Cangkuang, Salamnunggal, dan Kandangmukti mengalami kerusakan akibat aksi tersebut

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
Kesal Benderanya Tak Laku, Pedagang Jalanan Ngamuk Rusak dan Lempari Rumah Penjual Online di Garut
Kesal Benderanya Tak Laku, Pedagang Jalanan Ngamuk Rusak dan Lempari Rumah Penjual Online di Garut (Merdeka.com)

Rumah penjual bendera daring di Garut dilempari OTK, diduga buntut pedagang jalanan merugi.

Dipicu Pedagang Merugi

Kesuksesan penjual bendera di lapak online membuat sejumlah pedagang merugi, kemudian melakukan teror.

Sekelompok orang tidak dikenal merusak sejumlah rumah milik penjual bendera daring yang ada di Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat, Jumat (25/8).

Aksi tersebut diduga buntut dari meruginya pada pedagang bendera jalanan selama musim Agustus-an ini.

Kronologi

Peristiwa bermula saat dilakukan silaturahmi akbar, konsolidasi dan aksi damai yang digagas paguyuban pedagang bendera nasional di Alun-Alun Leles mulai pukul 08.00 Wib.

Para pedagang yang bendera yang berjumlah 500an itu datang dari sejumlah wilayah di Garut. Kapolsek hingga Camat juga tampak hadir dalam kegiatan tersebut.

Kapolsek Leles sempat meminta peserta yang hadir tidak melakukan aksi anarkis selama proses unjuk rasa berjalan. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dalam aksinya, mereka meminta penjualan bendera secara daring ditutup karena merugikan penjual tradisional. Sebagai bukti, meresotnya angka penjualan bendera di jalanan.

"Agustusan tahun ini bisa dibilang paling parah dibanding sebelum-sebelumnya. Saya bawa tiga karung bendera untuk dijual di jalanan di wilayah Jawa Tengah, yang terjual hanya setengah karung saja dan yang dua setengah karung lagi dibawa pulang lagi."

Kata Asep, salah seorang pedagang bendera asal Banyuresmi.

@merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Menurutnya, kondisi itu terjadi karena adanya kegiatan penjualan secara daring dengan harga yang lebih murah dibanding harga jual kepada para pedagang.

"Kondisi ini tentunya jangan merugikan dan membuat kami para pedagang sangat kecewa," ucapnya.

Asep tidak melarang siapapun menjual bendera secara daring. Namun harga jualnya jangan sampai menjatuhkan para pedagang jalanan. Sehingga penjualan secara daring dan offline bisa dilakukan sejalan.

Namun pukul 10.00, massa dari pedagang tradisional kecewa karena pengusaha bendera daring tidak hadir di alun-alun Leles.

Kesal, pedagang tradisional mendatangi rumah mereka yang tersebar di beberapa titik. Kemudian dilakukan pelemparan dan perusakan. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Informasi dihimpun, setidaknya tiga rumah warga yang berada di Desa Cangkuang, Salamnunggal, dan Kandangmukti mengalami kerusakan akibat aksi tersebut. 

Kerusakan mulai dari pintu kaca rumah hingga pagar yang rusak. Setelah aksi selesai, ratusan penjual bendera kembali berkumpul di Alun-Alun Leles. Mereka pun akhirnya membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing sekitar pukul 13.00 Wib.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Penjelasan Polisi

Terkait aksi perusakan tersebut, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Deni Nurcahyadi membenarkannya. Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah menerjunkan tim ke tempat kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Memang betul ada kejadian (perusakan rumah) tersebut. Kami sudah terjunkan tim dari Tipidter, Sancang, dan Identifikasi untuk olah TKP. Saat ini prosesnya masih berlangsung dan akan kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolres.

Rekomendasi