Pemerintah Kota Surabaya menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Inisiatif terbaru mereka adalah melibatkan para penjahit lokal untuk memproduksi kerudung bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan peluang pasar yang jelas bagi pelaku UMKM di kota pahlawan.
Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penggunaan produk dalam negeri. Tujuannya adalah untuk memperluas jangkauan pasar bagi produk-produk UMKM di seluruh Indonesia. Dengan demikian, roda perekonomian lokal dapat terus bergerak dan berkembang secara berkelanjutan.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Anna Fajriatin, menegaskan bahwa Pemkot perlu menciptakan permintaan yang konkret. Hal ini penting agar produk UMKM memiliki pangsa pasar yang pasti dan berkelanjutan. Kebutuhan kerudung ASN perempuan di Surabaya menjadi potensi besar yang dapat segera digarap.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Strategis untuk UMKM Lokal
Pemkot Surabaya secara aktif mencari cara untuk mengintegrasikan produk UMKM ke dalam kebutuhan operasional pemerintah daerah. Melalui program padat karya, khususnya di bidang menjahit, kolaborasi dengan UMKM dan koperasi seperti Koperasi Sumber Mulia Barokah (SMB) menjadi kunci. Ini adalah upaya nyata untuk memberdayakan masyarakat melalui jalur ekonomi kreatif.
Anna Fajriatin, yang mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, menjelaskan pentingnya menciptakan "demand" atau permintaan pasar yang jelas. Tanpa permintaan yang pasti, produk-produk UMKM akan kesulitan bersaing dan berkembang. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya mengambil peran sebagai fasilitator dan pembeli potensial.
Potensi kebutuhan kerudung bagi ASN perempuan di Pemkot Surabaya menjadi target utama. Kerudung ini bahkan bisa dikreasikan dengan simbol atau tanda khusus sebagai identitas ASN Kota Surabaya. Ini tidak hanya menciptakan pasar, tetapi juga memperkuat identitas korps ASN.
Advertisement
Kebutuhan ini dinilai sebagai peluang pasar baru yang signifikan bagi penjahit lokal seperti yang bernaung di bawah binaan Koperasi SMB. Diharapkan, inisiatif ini akan membuka pesanan-pesanan baru di masa mendatang, memberikan stabilitas ekonomi bagi para penjahit.
Advertisement
Dukungan Nyata bagi Penjahit Binaan Koperasi SMB
Koperasi Sumber Mulia Barokah (SMB) di Surabaya telah lama menjadi wadah bagi para penjahit padat karya. Koperasi ini tidak hanya menyediakan pelatihan, tetapi juga memfasilitasi penjahit untuk menabung sebagian dari hasil upah jahit mereka. Ini menunjukkan model bisnis yang berkelanjutan dan berpihak pada anggota.
Ketua Koperasi SMB Surabaya, Uci Fatimatuzzahro, yang akrab disapa Ning Uci, menjelaskan mekanisme tabungan ini. Anggota dapat menyisihkan sebagian ongkos jahit untuk ditabung di kantor koperasi. Tabungan ini kemudian dibagikan menjelang hari raya tanpa potongan biaya administrasi.
Dari total 111 penjahit yang terdaftar, sebanyak 45 orang tercatat aktif menabung di Koperasi SMB. Ini menunjukkan tingkat partisipasi yang cukup baik dari para anggota. Total tabungan yang dibagikan pada tahun ini mencapai lebih dari Rp50 juta.
Advertisement
Pembagian tabungan ini menjadi bukti nyata manfaat bergabung dengan koperasi. Ini memberikan jaring pengaman finansial bagi penjahit, terutama saat menjelang perayaan hari besar. Dengan adanya potensi pesanan kerudung ASN, diharapkan jumlah penjahit aktif dan total tabungan dapat terus meningkat.
Sumber: AntaraNews