Kertas imbauan dibuang, 662 slop rokok calon haji asal Surabaya disita

Selasa, 24 Juli 2018 03:32 Reporter : Moch. Andriansyah
Kertas imbauan dibuang, 662 slop rokok calon haji asal Surabaya disita Ratusan Slop Rokok Milik Calhaj Embarkasi Surabaya. ©2018 Merdeka.com/Mochammad Andriansyah

Merdeka.com - Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda, Hendro Trisulo mengungkapkan pihaknya menyita 662 slop rokok milik calon haji di Bandara International Juanda Surabaya. Hendro mengatakan, slop rokok terbanyak yang disita bea cukai berasal dari calon haji Madura.

"Seperti kemarin, kami menahan total 662 slop rokok. Terbanyak dari Pamekasan (Madura), yaitu 491 slop," ungkap Hendro dalam gelar persnya di Graha Bir Ali Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Senin (23/7).

Hendro menuturkan 662 slop rokok itu disita mulai dari jamaah kloter satu hingga 19 yang baru diberangkatkan hari ini ke Tanah Suci Mekkah melalui Bandar International Juanda.

Membawa rokok ke Arab Saudi tak dilarang, lanjut Hendro, namun dibatasi. Masing-masing calon jemaah, cuma dibolehkan membawa dua slop rokok.

"Sebenarnya, membawa barang bawaan (rokok) keluar Indonesia tidak ada masalah. Hanya saja, kalau masuk ke Arab Saudi bisa jadi masalah. Tapi dari koordinasi kami, kemudian dibolehkan. Hanya dibatasi dua slop saja. Dua slop itu dibawa sendiri," tegas dia.

Selain soal pembatasan jumlah rokok, Hendro juga menjelaskan, bahwa calon haji dilarang membawa power bank di atas 20.000 mAh dan korek api jenis gas saat penerbangan.

"Karena bahaya untuk penerbangan. Bisa meledak. Korek api gas juga demikian," tegasnya.

Menurut Hendro, sebenarnya pihaknya telah memberi imbauan terkait larangan-larangan ini kepada para jamaah melalui selebaran. Termasuk soal barang-barang titipan dari jamaah lain.

"Tapi ternyata setelah diterima kemudian dibuang," keluhnya.

Sehingga, pihak Bea dan Cukai bersama Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya memberi imbauan secara lisan. "Seseorang melakukan penerbangan jangan sampai menerima titipan barang bawaan atau barang titipan. Takutnya itu barang larangan," imbaunya. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini