Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Sinuhun Pakubuwono XIII, telah berpulang. Jenazah beliau akan diangkut menggunakan kereta khusus bernama Rata Pralaya, yang akan digunakan dalam proses kirab sebelum dibawa ke Imogiri untuk dimakamkan.
Kereta jenazah yang digunakan ini sudah ada sejak era pemerintahan Pakubuwono X, sehingga wajar jika raja-raja sebelumnya juga diangkut dengan kereta yang sama.
"Ini kereta untuk mengangkat jenazah dari dalam keraton keluar. Jadi bukan kayak kereta penumpang enggak, jadi kereta yang dipakai untuk mengangkut ke tempat transit," ungkap KGPH Puger, adik kandung Raja Pakubuwono XIII, kepada wartawan di Keraton Solo pada Minggu (2/11).
Kereta yang berwarna putih mendominasi itu sedang dibersihkan oleh para abdi dalem. Mereka terlihat mencuci kereta jenazah tersebut dengan air setelah dikeluarkan dari tempat penyimpanannya di garasi kereta Keraton Solo.
"Kalau dulu dari sini ke Balapan (stasiun) soalnya kereta (diangkut kereta api menuju Yogyakarta). Kalau yang PB XII itu kan dari sini ke Wuryoningratan," tambahnya.
Proses persiapan ini menunjukkan betapa pentingnya tradisi dan penghormatan terhadap raja yang telah meninggal, serta pelestarian warisan budaya yang telah ada sejak lama.
Advertisement
Puger menjelaskan bahwa kereta jenazah akan ditarik oleh kuda. Berdasarkan pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, delapan ekor kuda diperlukan untuk menarik kereta tersebut.
"Nanti ditarik dengan kuda. Kuda sekitar delapan kurang lebih, kalau enggak ada ya enam kuda," ujarnya.
Dalam prosesi pengiriman jenazah dari keraton menuju tempat transit di rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, kereta jenazah akan dikawal oleh iring-iringan prajurit keraton, sentana, dan abdi dalem.
"Direnovasi sejak PB X ya, sudah lama. Disimpan di gedung kereta," ucapnya.
Proses pengangkutan jenazah ini merupakan tradisi yang telah berlangsung cukup lama dan melibatkan banyak pihak. Selain kuda yang menjadi penggerak utama kereta, kehadiran prajurit dan abdi dalem juga menambah khidmatnya acara tersebut.
Puger menekankan pentingnya pelestarian tradisi ini agar tetap terjaga dan dihormati oleh generasi mendatang. Dengan demikian, setiap elemen dalam prosesi ini memiliki peran yang vital dalam menjaga kehormatan dan kesakralan acara pengiriman jenazah.
Advertisement
Pakubuwono XIII dimakamkan di Masjid Pujosono, yang terletak di dalam kompleks keraton. Masyarakat umum diizinkan untuk melayat mulai hari Senin, 3 November 2025. Proses persemayaman jenazah raja di Masjid Pujosono merupakan bagian dari tradisi adat sebelum jenazah PB XIII dikebumikan di pemakaman Raja-Raja Mataram yang terletak di Imogiri, Bantul, DIY.
Selanjutnya, jenazah akan diangkut dari Keraton Solo menggunakan kereta pada hari Rabu, 5 November 2025, sebelum melanjutkan perjalanan dengan ambulans menuju Imogiri.