Keren, Sekumpulan Mahasiswa Buat Permainan Unik untuk Anak Desa di Jember Supaya Tak Main HP Terus

Sejumlah mahasiswa yang menjalani KKN di Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Jember berinovasi menciptakan permainan atau game yang mengasah kepekaan.

Muhammad Permana
Oleh Muhammad Permana - Reporter
Keren, Sekumpulan Mahasiswa Buat Permainan Unik untuk Anak Desa di Jember Supaya Tak Main HP Terus
Keren, Sekumpulan Mahasiswa Buat Permainan Unik untuk Anak Desa di Jember Supaya Tak Main HP Terus (Merdeka.com)

Maraknya penggunaan gadget bahkan di kalangan anak-anak membuat berbagai kalangan prihatin.

Sejumlah mahasiswa Universitas Jember (Unej) yang menjalani kuliah kerja nyata (KKN) melakukan sebuah inovasi. Mahasiswa yang menjalani KKN di Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Jember berinovasi menciptakan permainan atau game yang mengasah kepekaan mereka terhadap alam sekitar. Mereka diajak permainan uji pengetahuan dalam mengenali rempah-rempah dan apotik hidup yang ada di sekitar mereka.

"Ini hal yang remeh temeh sebenarnya, tapi ini membuat para orang tua prihatin. Anak - anak jaman now sudah banyak tidak kenal apa itu Kunyit, Laos, Bawang, Kemiri dan sejenisnya. Mereka rata rata keranjingan game online, maka kami berusaha agar anak anak kenal, apa yang sebenarnya ada di rumah mereka."

Ferdian Olivianto, mahasiswa KKN Unej.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa Unej menghimpun 70 lebih anak-anak seusia SD dan SMP dalam sebuah lomba yang diberi tajuk Chiera (Children Education Rally).

Mereka juga melibatkan sejumlah pihak. Mulai dari penggerak Desa Tangguh Bencana (Destana) serta para Ketua RT RW.

Adapun cara bermainnya, anak-anak itu diajak hunting atau mencari sejumlah titik atau pos yang sudah dijaga mahasiswa KKPLP. Di sana mereka langsung dihadapkan pada puluhan jenis rempah rempah, bumbu bumbuan, sayur mayur, dan apotik hidup. Mereka diminta menyebutkan namanya bahkan khasiatnya.

Menariknya, mereka harus menemui 5 pos Chiera itu, harus menyebrangi sungai Dinoyo, Sawah, Semak semak, dan makam. Selama sekian jam berlomba, anak anak dilarang membawa HP.
Dok. Istimewa

"Senang saya ikuti lomba ini. Karena rame rame jalan lewati sawah dan sungai. Cuman regu saya gak bisa jawab 11 rempah dan apotik."

Kata Abdi Setya Laksmana, siswa kelas 8 SMP Muhammadiyah Rambipuji

@merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dalam lomba ini, selain rempah, bumbu, dan sayur para peserta di wajibkan menghapal nama pahlwan dan lagu nasional.

Rekomendasi