Desa Berjo, salah satu desa di lereng Gunung Lawu Jawa Tengah ini viral setelah
pemerintah desa berbagi THR (Tunjangan Hari Raya) untuk warganya. Tak main-main, THR yang dibagikan berupa uang tunai sebesar Rp500 ribu untuk 1.446 kepala keluarga di desa tersebut.
Total dana yang disalurkan mencapai Rp723 juta dan sepenuhnya bersumber dari PAD Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Penyaluran dilakukan selama dua hari di balai desa setempat.
Kepala Desa Berjo, Dwi Haryanto mengatakan, bagi-bagi THR tersebut sudah menjadi kebijakan rutin desa. Secara administratif, program tersebut masuk dalam pos bantuan pangan dan ketahanan pangan desa yang telah dianggarkan dalam APBDes.
"Hari Raya Idulfitri selalu menjadi momen saat pengeluaran warga meningkat. Bantuan ini kami siapkan agar beban warga sedikit lebih ringan,” ujar Dwi.
Advertisement
Dwi mengaku memilih menyalurkan kekuatan fiskalnya langsung ke masyarakat, bukan hanya melalui pembangunan fisik. THR kali ini menjadi bagian dari program 3 SBS (Semua Bisa Sarjana, Semua Bisa Sehat, Semua Bisa Sejahtera) yang telah berjalan sejak 2024.
Ketua Percepatan Desa Berjo, Wahyu Budi Utomo menyebut desa sengaja menempatkan warga sebagai pusat pembangunan.
"Kalau desa punya kemampuan, prioritasnya harus ke kebutuhan paling dasar warga. Pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan,” ujar Wahyu.
Melalui program Semua Bisa Sarjana, ratusan anak desa menerima beasiswa hingga perguruan tinggi. Di sektor kesehatan, layanan ambulans dan mobil siaga desa tersedia gratis selama 24 jam. Sementara untuk warga rentan, bantuan tunai rutin juga disalurkan dari PAD.
Advertisement
Sementara Bupati Karanganyar Rober Christanto mengemukakan, pola pengelolaan Desa Berjo patut menjadi rujukan bagi desa lain. Optimalisasi aset dan potensi lokal dinilai berhasil menciptakan kemandirian fiskal yang berdampak langsung pada warga.
"Ini contoh desa yang kuat secara ekonomi dan manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” kata Rober.
Bagi warga, THR desa ini bukan soal status desa kaya, melainkan manfaat nyata. Tambahan Rp500 ribu menjelang Lebaran menjadi penopang belanja dapur, kebutuhan anak, hingga persiapan hari raya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Desa Berjo memilki kekayaan, peninggalan sejarah dan keindahan alam yang menjadi obyek wisata favorit di Jawa Tengah.
Desa Berjo merupakan desa wisata yang berada di ketinggian + 1.500 mdpl, dengan suhu udara rata — rata + 22 °C hingga 32 °C. Desa Berjo terkenal sebagai daerah tujuan wisata di Kabupaten Karanganyar dan Indonesia.
Destinasi wisata yang sudah banyak dikenal wisatawan di Desa Berjo antara lain, Candi Sukuh dan Air Terjun Jumog, Telaga Madirda, Tenggir Park, Taman Hutan Raya (Tahura) dan lainnya. Dari sejumlah obyek wisata tersebut kebanyakan dikelola oleh BUMDes yang melibatkan warga sekitar.