Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias Demul kembali menjdi sorotan. Bukan karena aksi kontroversinya, namun nama Dedi dipanggil dengan lantang oleh Anggota Komisi X Fraksi PKB Andi Muawiyah Ramly.
Saat itu, Komisi X tengah menggelar rapat dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membahas pelaksanaan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) Tahun 2025
Dengan lantang, Andi menyebut Demul sebagai Gubernur Lambe Turah. Andi meminta Demul mengirim perwakilan dari Jabar mengikuti Fornas 2025 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Yang terakhir, tentu saja saya ingin sampaikan dan ini sangat mengerikan, kalau Pak Deddy melihat, siapa gubernur ini? Gubernur yang sangat lambeturah, macem-macem dia mengatakan 'saya akan mengongkosi seluruh UMKM 10 juta kalau dia bisa vasektomi'. Wah ini betul-betul itu luar biasa. Dia kan kontennya luar biasa setiap hari itu masa dia bisa mengongkosi anak nakal untuk dididik di Kodam Siliwangi, tapi untuk utusan Kormi ke NTB tidak mampu melakukan itu, Naif sekali gubernur ini kalau begitu sangat naif," ujar Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/5).
"Karenanya kita gugat di forum ini 'Eh Pak Dedi silakan utus Kormi Jawa Barat ke NTB'," tegas Andi.
Advertisement
Seperti diketahui, pelaksanaan Fornas 2025 akan digelar di NTB. Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal telah beraudiensi dengan Menpora Dito Ariotedjo, beberapa waktu lalu.
Gubernur Lalu Iqbal mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan berdiskusi langsung dengan Menpora Dito. Ia menegaskan bahwa kunjungannya kali ini bertujuan melaporkan kesiapan NTB di dua ajang tersebut, sekaligus mengundang Menpora Dito untuk hadir di Fornas 2025 pada 5-11 Juli mendatang.
"Terima kasih Mas Menteri. Kami datang ingin menyampaikan langsung perkembangan persiapan Fornas 2025 dan kesiapan NTB menjadi tuan rumah PON 2028. Kami berharap Pak Menteri bisa berkenan hadir saat Fornas di bulan Juli mendatang," ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur Lalu Iqbal menjelaskan bahwa Fornas tidak hanya dipandang sebagai ajang olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari visi besar NTB untuk mengangkat sektor pariwisata dan memperkenalkan kearifan lokal ke kancah nasional.
"Sebagai Gubernur, saya melihat Fornas ini sebagai momentum strategis untuk promosi pariwisata dan budaya NTB. Kami serius mempersiapkan diri, anggaran sudah dialokasikan, dan sebagian besar infrastruktur pendukung sudah siap," jelasnya.