TNI AL mengerahkan 2 kapal yakni KRI Usman Harun-359 dan KRI Kerambit-627 untuk membantu pencarian korban kapal tenggelam di perairan Kalimantan Barat. Pencarian hari keenam itu berhasil menemukan 6 korban lagi.
Kadispen Koarmada I Letkol Laut (P) Laode M. Holib mengatakan dari 6 korban, 2 dalam keadaan selamat dan diberikan pertolongan pertama di atas KRI Kerambit-627, sedangkan empat korban lainnya telah meninggal dunia.
"Korban selamat bernama Aris (27) Asal Pontianak dan Maulana (20) asal Sungai Kakap, keduanya merupakan ABK KM. Kawan Lama 999 yang ditemukan Tim SAR TNI AL dalam keadaan selamat yang langsung memberikan pertolongan pertama di atas KRI Kerambit-627. Sedangkan 4 korban lainnya telah meninggal dunia telah diserahkan ke Posko SAR Gabungan untuk proses lebih lanjut," katanya dalam siaran pers yang diterima merdeka.com.
Tim SAR gabungan akan memaksimalkan kembali pencarian dan pertolongan korban hari ini. Dengan mengerahkan potensi yang dimiliki TNI AL, baik personel maupun alutsista akan dimaksimalkan dalam misi kemanusiaan yang merupakan salah satu implementasi pelaksanaan perintah pimpinan TNI AL.
"Hingga hari ketujuh digelarnya Operasi Gabungan Pencarian dan Pertolongan, 104 orang telah ditemukan 83 orang selamat, 31 orang dalam keadaan meninggal dunia. Hingga kini, Tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap 34 lainnya," katanya.
Sebelumnya, sebanyak 17 kapal nelayan yang tenggelam di perairan Kalimantan Barat. Kapal tenggelam akibat gelombang laut tinggi.
Kapal-kapal tersebut mengalami kecelakaan di perairan Muara Jungkat sebanyak sembilan kapal motor, Muara Kubu dua kapal motor, dan di Muara Pemangkat tiga kapal motor. Dari 14 kapal itu, 12 kapal merupakan kapal ikan dan dua kapal lainnya merupakan kapal tugboat. Termasuk satu kapal layar yang di dalamnya tiga warga negara asing dan dapat diselamatkan oleh tim SAR.