Kepala Bayi Tertinggal di Rahim saat Melahirkan, Ibu di Bangkalan Laporkan Bidan ke Polisi

Kepala bayi terputus dan tertinggal dalam rahim sang ibu saat melahirkan di puskesmas Bangkalan.

Erwin Yohanes
Oleh Erwin Yohanes - Reporter
Kepala Bayi Tertinggal di Rahim saat Melahirkan, Ibu di Bangkalan Laporkan Bidan ke Polisi
Kepala Bayi Tertinggal di Rahim saat Melahirkan, Ibu di Bangkalan Laporkan Bidan ke Polisi (Merdeka.com)

Ibu di Bangkalan ini melaporkan seorang bidan dengan sangkaan dugaan malapraktik saat menangani kelahiran sang bayi.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Seorang ibu warga Desa Panpajung, Modung, Bangkalan, Madura, Jawa Timur melaporkan seorang bidan ke polisi. Hal ini kepala bayinya terputus dan tertinggal dalam rahim sang ibu saat melahirkan di puskesmas.

Laporan atas peristiwa ini pun dibenarkan oleh Kasie Humas Polres Bangkalan, Iptu Risna Wijayati. Ia menyatakan, atas laporan tersebut penyidik Kepolisian saat ini melakukan proses pemeriksaan dan menggali keterangan dari berbagai pihak.

"Masih pemeriksaan proses saksi saksi dan permintaan VER di Puskesmas Kedundung, RSIA Glamour Husada Kebun Kamal dan RSUD Bangkalan," katanya, Rabu (13/3).

Lantas, bagaimana hasil dari berbagai pemeriksaan tersebut? Ia pun meminta pada awak media agar menunggu hasilnya setelah proses penyelidikan.

"Tunggu rilis dari kita ya? Masih proses," ujarnya kembali.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Informasi yang dihimpun, ibu di Bangkalan ini melaporkan seorang bidan dengan dugaan malapraktik saat menangani kelahiran sang bayi.

Pada saat itu, ibu bayi disebut terpaksa melahirkan di puskesmas tempat bidan tersebut berpraktik. Sebab, saat datang ke puskesmas, kondisi sang ibu bayi sudah dalam posisi bukaan empat.

Diduga akibat persalinan yang tak lañcar, bayi yang keluar rupanya tanpa kepala. Kepala bayi, disebut tertinggal di dalam rahim sang ibu.

Akibatnya, sang ibu pun langsung dirujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Glamour Husada, Bengloa, Tanjung Jati, Bangkalan. Di rumah sakit itu, dilakukan tindakan operasi mengeluarkan kepala bayi yang tertinggal di dalam rahimnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur dr Erwin Astha Triyono tidak menanggapi permintaan konfirmasi merdeka.com terkait dengan peristiwa ini. Dihubungi melalui sambungan telepon dan pesan singkat whatsapp nya tidak direspons.

Rekomendasi