Kenapa tali pocong dijadikan jimat pelaku kejahatan saat beraksi?

Sabtu, 18 Juni 2016 07:02 Reporter : Novita Intan Sari
Kenapa tali pocong dijadikan jimat pelaku kejahatan saat beraksi? dukun mistik. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Di zaman modern saat ini, masih ada juga sebagian masyarakat Indonesia yang masih mempercayai hal berbau mistis dan klenik. Tengok saja gerombolan penjahat di Depok yang membekali diri dengan jimat tali pocong. Mereka percaya, jimat itu bisa membuat mereka kebal dari senjata tajam dan dapat melompat jauh.

Ahli Spiritual Ari menuturkan, pelaku kejahatan kerap kali menggunakan jimat tali pocong saat beraksi. Biasanya, jimat itu diselipkan di dalam dompet dan saku celana. Diakuinya, tidak semua orang bisa memiliki jimat itu, hanya orang-orang tertentu yang mendapatkannya.

"Biasanya orang itu mampu tetapi bukan sakti, dan orang itu didampingi oleh paranormal," ujarnya ketika dihubungi merdeka.com, Jakarta, Jumat (17/6).

Sepengetahuannya, tali pocong yang dapat digunakan sebagai jimat adalah tali dari jenazah yang bersih semasa di hidup. Biasanya, mereka mengincar orang yang meninggal di malam jumat kliwon. "Karena arwah mereka akan membantu pekerjaan si pelaku kejahatan," ungkapnya.

Biasanya juga jimat tali pocong dapat didapatkan sebelum arwah manusia berusia selama 40 hari. Selepas hari itu, jimat tidak bisa digunakan oleh sang pelaku dan dipercaya tali pocong bagian kepala yang paling ampuh menguatkan aksi kejahatan.

"Arwah perempuan juga paling kuat, kejadian ini paling banyak di daerah Jawa atau Karawang," ungkapnya.

Apabila seseorang sudah mendapatkan jimat, ada mahar yang harus dibayarkan setiap tahun. Ini sebagai imbal hasil kerja sama antara arwah dan pelaku kejahatan.

"Sesajen, ayam hitam dan kembang tujuh rupa. Karena nantinya mereka akan bekerja kembali setelah diberikan mahar," ucap Ari.

Agar jimat itu benar-benar sakti, maka tidak boleh digunakan di kamar mandi. Jika itu dilanggar maka kesialan akan menimpa si pemegang jimat. "Jangan dibawa saat pergi buang air besar," katanya.

Untuk diketahui sebelumnya, kawanan pencuri kendaraan bermotor di Depok selalu membawa jimat tali pocong saat beraksi mempunyai pantangan tertentu. Mereka hanya beroperasi pada hari-hari khusus dan menargetkan kuda besi tertentu.

Kawanan ini kerap beraksi pada hari dianggap keramat, misalnya Senin dan Jumat. Kedua hari itu dianggap sakral oleh mereka karena selalu berhasil menggasak banyak motor jika beraksi pada hari itu.

"Bisa empat motor paling sedikit. Paling banyak tujuh motor sekali ngambil di satu tempat," kata Alan, salah satu pelaku di Polresta Depok, Jumat (17/6).

Tali pocong itu juga dianggap keramat karena bisa menghipnotis orang. Menurut para pelaku, tali pocong itu berguna membuat korban tertidur, sehingga saat mereka menggondol motor tidak terpergok.

Sebelum beraksi, biasanya mereka melakukan ritual rutin. Mereka berkumpul dan diberi pengarahan oleh Amir, sang ketua komplotan. Di situ, Amir yang hanya membawa tali pocong memberi arahan dan tugas masing-masing anggota.

"Kalau jalan ramai-ramai. Sampai delapan orang setiap jalan," kata Alan. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Pesugihan
  2. Pencurian
  3. Jakarta
  4. Mistis
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini