Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (RI) secara aktif memberikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian budaya yang tengah digalakkan di Kota Kediri, Jawa Timur. Dukungan ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Pekan Budaya dan Festival Musik pada tahun 2025. Inisiatif ini merupakan bentuk sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga serta mengembangkan warisan budaya bangsa.
Acara yang berlangsung di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Kota Kediri ini dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual, BRA Putri Woelan Sari Dewi. Ia menekankan bahwa forum ini menjadi wadah penting untuk menginspirasi, berkarya, dan menjaga semangat api kebudayaan. Diharapkan kegiatan ini efektif memperkenalkan kembali serta memupuk rasa cinta masyarakat terhadap warisan leluhur.
Wakil Wali Kota Kediri, KH Qowimuddin Thoha, turut menegaskan bahwa Kota Kediri telah membuktikan jati dirinya sebagai kota budaya yang mampu menjaga tradisi. Kota ini juga memberikan ruang luas bagi kreativitas, inklusivitas, dan keberagaman. Perhelatan budaya ini sekaligus menambah makna istimewa bagi peringatan Hari Jadi Ke-1.146 Kota Kediri yang mengusung tema “Kolaborasi Menuju Kota Kediri Mapan”.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Kementerian Kebudayaan untuk Pelestarian Budaya
Kementerian Kebudayaan RI tidak hanya memberikan dukungan melalui acara besar, tetapi juga memiliki program berkelanjutan yang dijalankan oleh Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi. Program-program ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai budaya pada generasi muda. Salah satu program prioritas tersebut adalah Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) dan Belajar Bersama Maestro (BBM).
Program GSMS bertujuan menghubungkan dunia seni dengan dunia pendidikan, memungkinkan seniman berinteraksi langsung dengan siswa. Sementara itu, BBM memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk belajar langsung dari maestro seni. Melalui inisiatif ini, diharapkan generasi penerus dapat lebih memahami dan mencintai kekayaan budaya Indonesia.
Staf Khusus Menteri Kebudayaan, BRA Putri Woelan Sari Dewi, berharap sinergi yang baik antara berbagai pihak dapat terus terjalin. Hal ini penting agar pengembangan dan pelestarian budaya di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Kediri, dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga identitas budaya bangsa.
Advertisement
Advertisement
Peran Pemerintah Kota Kediri dalam Menjaga Warisan Budaya
Pemerintah Kota Kediri sangat menyadari pentingnya menjaga budaya lokal di tengah gempuran modernisasi dan globalisasi. Wakil Wali Kota Kediri, KH Qowimuddin Thoha, menyoroti tantangan serius seperti isu kepunahan bahasa daerah dan klaim kekayaan intelektual oleh pihak asing. Oleh karena itu, pelestarian dan pendaftaran kekayaan intelektual menjadi tanggung jawab bersama.
Pemerintah Kota Kediri bersama Kementerian Kebudayaan siap bersinergi untuk memastikan para seniman, musisi, dan pelaku UMKM memiliki kesadaran serta akses mudah dalam melindungi karya mereka. Ini termasuk upaya pendaftaran kesenian lokal seperti Jaranan dan Kethek Ogleng agar diakui secara legal dan terhindar dari klaim pihak lain. Komitmen ini sejalan dengan visi Kota Kediri “Mapan” serta Sapta Cita.
Gus Qowim menambahkan bahwa kegiatan budaya seperti Pekan Budaya dan Festival Musik diharapkan dapat menambah semarak serta daya tarik wisata budaya. Hal ini pada gilirannya akan menggerakkan ekonomi daerah, khususnya bagi UMKM, seniman, dan pelaku industri kreatif. Ini adalah wujud nyata komitmen untuk menjadikan Kediri kota yang produktif dan “ngangeni”.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi dan Harapan Masa Depan
Kota Kediri dikenal luas sebagai kota budaya dan kota sejarah, dengan warisan besar mulai dari seni tradisional, kuliner, hingga industri kreatif yang harus terus dirawat. Momen peringatan Hari Jadi Ke-1.146 ini dijadikan pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang berkarya di masa kini. Kolaborasi antarpihak menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan ini.
Dalam acara tersebut, berbagai penampilan budaya turut memeriahkan suasana, termasuk Grup Vokal Kharisma yang beranggotakan anak-anak disabilitas. Ada pula penampilan tari tradisional dan peragaan busana batik yang memukau. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan semangat kebersamaan dalam melestarikan budaya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti Dewan Komisaris PT Pos Indonesia Fauzi Baadila, Ketua Dewan Kesenian Kota Kediri Yuono Wahyu Alam, perwakilan Kodim 0809/Kediri, dan perwakilan Polres Kediri Kota. Kehadiran mereka menegaskan dukungan lintas sektoral terhadap upaya pelestarian budaya di Kediri.
Advertisement
Sumber: AntaraNews