Kriteria MABIMS menetapkan hilal di 3 derajat hingga 6,4 derajat.
Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag Cecep Nurwendaya mengatakan, tinggi hilal di Indonesia belum memenuhi kriteia MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Hal ini disampaikan Cecep Nurwendaya saat menjadi narasumber dalam seminar posisi hilal yang digelar di Auditorium H.M Rasjidi Kementerian Agama, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (10/3).
Dia menyebut, hilal di Indonesia belum terlihat lantaran tidak menyentuh 3 derajat. Sementara, Kriteria MABIMS menetapkan hilal di 3 derajat hingga 6,4 derajat.
Advertisement
“Tinggi hilal di Indonesia minus 0,33 derajat sampai dengan 0,8 derajat. Jadi tidak ada yang mencapai 0,9 atau di bawah 1 derajat, sehingga tidak masuk Kategori MABIMS 3 derajat,” tutur Cecep Nurwendaya kepada peserta Sidang Isbat, Minggu (10/3).
Advertisement
Sementara semakin ke barat angka derajat lebih tinggi lantaran matahari semakin terlambat terbenam sehingga memberikan kesempatan bulan untuk terlihat.
“Di Saudi misalnya lebih dari 2 derajat di Amerika, Pantau Timur dan Pantai Barat 7 sampai 8 derajat. Jadi memang dalam satu hari terbenam matahari berbeda-beda. Kita berpusat pada Republik Indonesia,”
jelas dia.
Advertisement
merdeka.com
Meski hilal tidak dapat diamati dengan Kriteria MABIMS, Cecep Nurwendaya menyatakan hal tersebut masih bersifat informatif. Sementara tentu konfirmasinya adalah dengan mengamati hilal secara langsung hari ini untuk menetapkan kepastian awal Ramadan 1445 H.
Advertisement
Cecep Nurwendaya menandaskan.
merdeka.com