Kemenag: Tinggi Hilal di Indonesia Tidak Masuk Kategori MABIMS 3 Derajat

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag Cecep Nurwendaya mengatakan, tinggi hilal di Indonesia belum memenuhi kriteia MABIMS.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
Kemenag: Tinggi Hilal di Indonesia Tidak Masuk Kategori MABIMS 3 Derajat
Sidang Isbat Kemenag (© 2024 merdeka.com)

Kriteria MABIMS menetapkan hilal di 3 derajat hingga 6,4 derajat.

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag Cecep Nurwendaya mengatakan, tinggi hilal di Indonesia belum memenuhi kriteia MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).


Hal ini disampaikan Cecep Nurwendaya saat menjadi narasumber dalam seminar posisi hilal yang digelar di Auditorium H.M Rasjidi Kementerian Agama, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (10/3).

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Dia menyebut, hilal di Indonesia belum terlihat lantaran tidak menyentuh 3 derajat. Sementara, Kriteria MABIMS menetapkan hilal di 3 derajat hingga 6,4 derajat.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Tinggi hilal di Indonesia minus 0,33 derajat sampai dengan 0,8 derajat. Jadi tidak ada yang mencapai 0,9 atau di bawah 1 derajat, sehingga tidak masuk Kategori MABIMS 3 derajat,” tutur Cecep Nurwendaya kepada peserta Sidang Isbat, Minggu (10/3).


Cecep Nurwendaya menyebut, kondisi hilal di Indonesia saat ini masih sangat rendah yakni kurang dari 1 derajat. 
Dok. Istimewa

Sementara semakin ke barat angka derajat lebih tinggi lantaran matahari semakin terlambat terbenam sehingga memberikan kesempatan bulan untuk terlihat.

“Di Saudi misalnya lebih dari 2 derajat di Amerika, Pantau Timur dan Pantai Barat 7 sampai 8 derajat. Jadi memang dalam satu hari terbenam matahari berbeda-beda. Kita berpusat pada Republik Indonesia,” 

jelas dia.

merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Meski hilal tidak dapat diamati dengan Kriteria MABIMS, Cecep Nurwendaya menyatakan hal tersebut masih bersifat informatif. Sementara tentu konfirmasinya adalah dengan mengamati hilal secara langsung hari ini untuk menetapkan kepastian awal Ramadan 1445 H.

Cecep Nurwendaya menandaskan.

merdeka.com

Rekomendasi