Kemarau Panjang, Sebagian Warga di Aceh Besar Mengalami Krisis Air

Kamis, 19 September 2019 19:57 Reporter : Afif
Kemarau Panjang, Sebagian Warga di Aceh Besar Mengalami Krisis Air Krisis air bersih di Aceh Besar. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kemarau panjang membuat sebagian warga Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar mengalami krisis air. Warga terpaksa harus merogoh kocek demi membeli air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.

Pantauan merdeka.com, sumber air PDAM Monthala, Aceh Besar yang berada di kawasan Mata Ie kering total sejak dua minggu terakhir ini. Sehingga suplai air terhenti dan warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Seorang warga kompleks Gampong Punie, Kecamatan Darul Imarah, Junaidi mengaku mengalami kesulitan mendapatkan air selama ini. Kebutuhan air bersih selama ini hanya mengandalkan suplai air dari PDAM.

"Selama ini andalkan PDAM. Ada juga air sumur, kemarau tetap kering," kata Junaidi, Kamis (19/9).

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Gampong Punie, Jamaluddin M Ali. Kemarau telah berdampak krisis air bagi warganya. Tentunya cukup menyulitkan warga selama ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

"Untuk minum dan masak beli air isi ulang. Kalau mandi enggak ada air, ya cuma gosok gigi," lanjut Jamaluddin.

Jamaluddin mengaku sejak dia kecil belum pernah terjadi kekeringan seperti ini. Namun semenjak akhir 2018 hingga medio 2019 krisis air bersih sudah dialami sebanyak tiga kali. "Harapan saya pemerintah bisa mengatasinya, agar air bisa ada seperti dulu lagi," pintanya.

Kata Jamaluddin, krisis air bersih ini sudah disampaikan kepada pemerintah. Bahkan juga diberitahukan kepada polisi agar bisa mengatasi krisis air bersih tersebut. "Alhamdulillah pihak kepolisian merespons cepat," jelasnya.

Sementara itu Kapolsek Darul Imarah, Ipda Suriya mengatakan, itu mendapat laporan ada warga mengalami krisis air. Dia melaporkan kepada Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto.

"Pak Kapolresta langsung meminta kami untuk membantu warga memberikan air bersih gratis kepada warga," kata Ipda Suriya.

Personel kepolisian Polresta Banda Aceh membawa satu mobil tanki berisi 10 ribu liter dan mobil water canon sebanyak lebih kurang 30 ribu liter. Semua air tersebut diserahkan secara gratis kepada warga setempat yang membutuhkan.

Warga tampak membawa jeriken, ember dan sejumlah tempat penampungan air lainnya. Mereka tertib menunggu giliran untuk memperoleh air bersih yang disediakan oleh pihak kepolisian. Bahkan terlihat ada yang berulang kali datang untuk mengambil air menggunakan becak.

"Kita akan penuhi kebutuhan air bersih hari ini. Kalau gak cukup kita akan ambil lagi, rencana sampai malam dan warga sudah mengambil air bersih semua," ungkapnya.

Lanjutnya, selain di komplek Gampong Punie yang sudah masuk laporan juga mengalami krisis air Gampong Gu Gajah. Rencananya akan diantar ke gampong tersebut. "Besok rencana kita lanjutkan ke Gampong lain. Insyaallah kita akan terus bantu menyuplai kebutuhan air bersih selama masih mengalami krisis air bersih," jelasnya.

Selain itu Kapolsek juga mengimbau kepada warga agar melaksanakan salat istiska, agar segera diturunkan hujan dan krisis air biasa diatasi. "Kalau belum hujan kita tetap dan terusnya akan kita bantu," ujarnya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini