Kejar Tersangka yang Nyembur ke Sungai Asahan, Pegawai Kejaksaan Malah Hanyut Terseret Arus dan Tewas

Korban bernama Raynanda Primta Ginting (26) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dua hari kemudian.

Uga Andriansyah
Oleh Uga Andriansyah - Reporter
Kejar Tersangka yang Nyembur ke Sungai Asahan, Pegawai Kejaksaan Malah Hanyut Terseret Arus dan Tewas
Kejar Tersangka yang Nyembur ke Sungai Asahan, Pegawai Kejaksaan Malah Hanyut Terseret Arus dan Tewas (Merdeka.com)

Setelah melakukan pencarian intensif selama dua hari, tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan jasad seorang pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Asahan, tepatnya di Kelurahan Kisaran Timur, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumut.

Korban bernama Raynanda Primta Ginting (26) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis pagi (4/7) sekitar pukul 10.19 WIB, sekitar 2 kilometer dari lokasi awal kejadian. Proses evakuasi dilakukan oleh personel Pos SAR Tanjung Balai Asahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, masyarakat, dan potensi SAR lainnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan kejadian bermula pada Rabu (2/7) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu personel Kejari Simalungun meminta keterangan kepada Kepala Desa Banjar Hulu yakni Kardianto. Namun, pada saat diberikan surat berita acara pemeriksaan yang bersangkutan malah kabur dan lompat ke sungai.

“Lalu, dikejar oleh personel Kejari Simalungun (Raynanda), tapi terbawa arus sungai. Seorang masyarakat sempat bernama M Safari Siregar berusaha menolong, tapi karena arus sungai yang deras, dia ikut terseret,” kata Hery melalui keterangan tertulisnya.

Selanjutnya, masyarakat sekitar berusaha mencari kedua korban yang hanyut. Petugas SAR yang menerima laporan orang hanyut itu langsung turun ke lokasi kejadian. Operasi pencarian dilakukan dengan metode penyisiran permukaan menggunakan perahu karet dan observasi visual dari darat.

“Pegawai Kejari Simalungun ditemukan meninggal dunia. Selanjutnya operasi pencarian masih dilakukan terhadap korban kedua yakni M. Safari Siregar (41) yang belum ditemukan,” ungkap Hery.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Raynanda langsung dibawa ke RSUD Abdul Manan untuk proses selanjutnya. Basarnas mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama di lokasi dengan arus yang deras dan medan yang licin.

Rekomendasi