Kebakaran Lahan di Kawah Putih Ciwidey Diprediksi Terus Meluas
Merdeka.com - Kebakaran lahan Kawah Putih Ciwidey di Kabupaten Bandung pada awal pekan ini berdampak seluas 15 hektare dan diprediksi terus meluas. Hal ini disebabkan kendala pemadaman api ditambah arah angin yang tidak bisa terprediksi.
Kepala Pelaksana BPBD Jabar Supriyatno menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Kab. Bandung, menggelar rapat koordinasi bersama dengan kepolisian, TNI, Perhutani, Damkar, Pengelola Wisata Kawah Putih, masyarakat, dan relawan kebencanaan.
"Kami terus berkoordinasi dengan BPBD setempat dan menunggu permintaan mereka dalam menangani kebakaran Kawah Putih. Dari BPBD Jabar ada empat personel yang turun ke lokasi kejadian," kata Supriyatno, Selasa (8/10).
Ia menyatakan, kebakaran tersebut terjadi pada Senin (7/10) sekira pukul 14:00 WIB. Titik awal api diduga berada di kawasan Sunan Ibu. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Sejauh ini diduga diawali karena puntung rokok.
"Sampai saat ini, kebakaran ditaksir sudah menghanguskan lahan kurang lebih seluas 15 hektare," kata dia.
Ia mengakui belum bisa dipadamkan mengingat arah angin yang sulit diprediksi ditambah areanya berada di pegunungan. Petugas terus berupaya membuat parit dan melakukan penyiraman agar api tidak merembet ke lokasi lain.
"Maka itu, pemadaman paling efektif menggunakan helikopter yang membawa air dalam jumlah besar," ucapnya.
Supriyatno memastikan, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, destinasi wisata Kawah Putih ditutup sementara dalam rangka kelancaran pengamanan dan pemadaman. Apalagi, menurut laporan teraktual yang dia terima, kobaran api masih meluas di bagian barat Kawah Putih.
Selain itu, Supriyatno menjelaskan bahwa potensi kebakaran di pegunungan terus membesar karena titik panas atau hotspot pada musim kemarau meningkat. Berdasarkan pantauan sensor MODIS –alat yang dapat mendeteksi anomali suhu panas dalam luasan 1 km persegi, ada 7 titik panas yang tersebar di Kab. Bandung (2), Sukabumi (2), Karawang (1), Majalengka (1), dan Purwakarta (1).
"Di musim kemarau ini, titik panas atau hotspot terus meningkat jumlahnya. Maka itu, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarang, membakar sampah, dan mulai menghemat air," ucap Supriyatno.
Terpisah, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan pihaknya ikut melakukan penyelidikan mengenai kebakaran yang terjadi.
"Bisa karena faktor sengaja atau tidak sengaja. Kalau tidak disengaja, titik lokasi ini tempat wisata, kan ini tempat orang berkumpul dan datang ke wisata tersebut. Terdiri dari ada yang merokok puntung rokok dilempar ke lokasi yang mudah terbakar seperti rumput dan alang-alang jadi potensi mudah terbakar," kata Truno.
Truno mengatakan saat ini proses pemadaman masih dilakukan dengan mengirimkan jajaran polres bandung ke area kebakaran.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya