Kebakaran Hutan di Kawasan Suaka Margasatwa Ancam Habitat Gajah

Jumat, 20 September 2019 02:05 Reporter : Irwanto
Kebakaran Hutan di Kawasan Suaka Margasatwa Ancam Habitat Gajah Petugas Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan di Pekanbaru. ©2019 AFP PHOTO/ADEK BERRY

Merdeka.com - Sekitar 400 hektar lahan di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Banyuasin, Sumatera Selatan, terbakar selama sepuluh hari terakhir. Kebakaran itu otomatis mengancam ratusan gajah yang hidup di sana.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel Genman Hasibuan mengatakan, kebakaran tersebut akibat aktivitas pencurian kayu gelam dan pembakaran ilalang oleh petani untuk menanam padi secara sonor. Abu dan arang yang masih terdapat api beterbangan terbawa angin hingga membakar lahan yang kering di wilayah margasatwa.

"Dalam catatan kami sudah ada 400 hektar lahan yang sudah terbakar selama sepuluh hari terakhir. Semuanya berada di pinggiran kawasan suaka margasatwa," ungkap Genman, Kamis (19/9).

Pihaknya menurunkan 68 petugas untuk menangani kebakaran hutan di sana. Jika tidak, api akan merambat ke lahan sekitarnya yang menjadi tempat hidup 78 ekor gajah liar dan 38 ekor gajah jinak serta sejumlah satwa lain seperti rusa, beruang, elang dan oak.

"Jelas akan mengancam keselamatan satwa-satwa itu. Sejauh ini mereka mencari tempat di kawasan yang belum terbakar, wilayah itu jangan sampai terbakar, harus dicegah sedini mungkin," ujarnya.

Dia menjelaskan, SM Padang Sugihan meminta luas 88.148 hektar. Mayoritas merupakan lahan gambut yang mudah terbakar pada musim kemarau. Oleh karena itu pembasahan gambut sangat perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran.

"Kami bekerja sama dengan Badan Restorasi Gambut melakukan perbasahan, yakni menimbun kanal agar air tidak mengalir ke sungai. Sudah ada 28 timbunan kanal di sana," ucapnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini