KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

KBRI Kuala Lumpur minta akses konsuler untuk bertemu Siti Aisyah

Jumat, 17 Februari 2017 20:46 Reporter : Dedi Rahmadi
Wanita diduga pelaku pembunuhan Kim Jong-nam. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Andreano Erwin tidak tahu-menahu keterkaitan terduga pembunuh Kim Jung-nam, Siti Aisyah, dengan agen Korea Utara.

"Saya tidak bisa mengonfirmasi berita itu karena terus terang saya rasa tidak mungkin polisi menghubungi kami dan memberitahukan hal itu. Yang ada polisi menghubungi kami untuk memastikan apakah dia WNI atau bukan. Jadi spekulasi yang mengatakan dia adalah agen adalah informasi yang perlu dipertanyakan lagi," kata Andreano di Kuala Lumpur, Jumat (17/2). Seperti dilansir Antara.

Menurut sumber yang dikutip harian lokal di Malaysia, kedua wanita kemungkinan adalah agen Korea Utara atau orang yang diperalat oleh empat agen Korea Utara yang saat ini sedang diburu oleh polisi Malaysia.

"Kami belum bertemu yang bersangkutan. Kami sudah mengajukan surat pembukaan akses konsuler ke Kemenlu. Kenapa Kemenlu? Karena itu memang yang harus dilalui. Mungkin mereka memerlukan waktu untuk berkoordinasi," katanya.

Andreano belum bisa memastikan kapan bisa bertemu dengan Siti Aisyah. "Informasi ke kami belum ada tetapi kami sudah mengajukan surat resmi baik melalui telepon maupun jalur lain yang kita miliki untuk membuktikan bahwa kita serius meminta akses konsuler untuk bisa bertemu Siti Aisyah," katanya.

Dia menegaskan, pihaknya juga belum bisa melakukan mediasi hukum karena sekarang belum proses mediasi hukum tetapi masih dalam proses memastikan hak-hak hukum Siti Aisyah terpenuhi. "Kalau mediasi hukum sudah masuk pada materi penyidikan yang baru bisa dibuka di pengadilan," katanya.

Dia menegaskan, kalau akses konsuler sudah diberikan Tim Satgas Perlindungan WNI akan mendatangi di mana Siti Aisyah berada sekarang. "Kita akan menanyakan sejauh mana Malaysia telah memenuhi hak-hak dia dan kita akan menanyakan kepada dia, motif apa dan kenapa tentang tuduhan pada dirinya," jelas dia.

Soal nanti pihaknya mendapatkan informasi dari yang bersangkutan, ujar dia, pihaknya akan menunggu proses dari Kepolisian Malaysia. "Jadi harus dibedakan proses yang dilakukan kepolisian Malaysia dan bantuan hukum yang kita lakukan. Nanti kalau sudah proses hukum maka hak dia untuk didampingi pengacara," tutur dia.

Andreano juga tidak bisa berkomentar Siti Aisyah bekerja legal atau ilegal karena tidak punya datanya. [ded]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.