Fenomena keracunan massal yang diduga terjadi lantaran Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Bandung Barat, menelan korban hingga 1.000 siswa. Itu menyusul kembali bertumbangannya ratusan siswa di Cipongkor, Jawa Barat pada Rabu (24/9).
Jumlah tersebut didasarkan pada data yang diterima terkait korban yang mengonsumsi menu MBG dari 3 tempat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berbeda.
Pertama, SPPG Kampung Cipari, Desa Cijambu, Cipongkor yang dibagikan pada Senin (23/9) dan menyebabkan korban 475 per Rabu (24/9) siang.
Kedua, SPPG Kampung Pasirsaji, Desa Negalsari, Cipongkor yang dibagikan pada Rabu (24/9) menimbulkan hingga 500 korban siswa.
Kemudian, ketiga, sekitar 60 siswa SMKN 1 Cihampelas dari SPPG di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, juga pada Rabu (24/9).
"Tentu sekali lagi tidak kita harapkan, tapi faktanya ada musibah ya keracunan. Keluhannya pada umumnya itu mual, kemudian sesak, pusing, lemas. Ada juga 1–2 yang kejang, sebagian besar lemas, pusing, mual, dan ada juga yang sesak. Tentu yang pertama yang kami lakukan adalah memastikan semua anak tertangani dengan baik," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman di Posko Kecamatan Cipongkor pada Rabu (24/9).
Advertisement
Penanganan Korban
Pada SPPG pertama, hampir seluruh korban telah dipulangkan ke rumah atau rawat jalan. Meski beberapa masih ada yang dirawat di RSUD Cililin.
Sementara itu, korban yang mengonsumsi MBG dari SPPG kedua sekitar 400 di antaranya mendapat penanganan di Posko Kecamatan Cipongkor, dan sekitar 100 lainnya dirawat di Posko Puskesmas Citalem.
Adapun sekitar 60 korban yang menyantap menu MBG dari SPPG ketiga, telah mendapat penanganan di Puskesmas Cihampelas. Dengan korban diprediksi bisa bertambah.
Terkait kejadian ini, Sekda Herman memastikan penanganan secara cepat dan profesional. Ia pun berharap kondisi yang tidak diharapkan tidak terjadi.
"Bagi anak-anak yang kami khawatirkan kesehatannya, terutama yang ada kejang, ada sesak, dan yang tidak stabil langsung dikirim ke rumah sakit. Kami tangani secara profesional, cepat dan tepat. Mudah-mudahan mohon doanya anak-anak bisa cepat pulih semua dan tidak ada hal yang tidak diinginkan," ujar Herman.
Untuk memastikan hal tersebut, ia mengatakan telah berkoordinasi dengan pemerintah di Kota dan Kabupaten Bandung, serta Kota Cimahi guna turut memberikan bantuan.
Langkah tersebut diharapkan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan baik.
“Nah tentu yang pertama yang kami lakukan adalah memastikan semua anak tertangani dengan baik,” tuturnya.
Ia mengatakan sokongan bantuan itu berupa unit-unit ambulans. Begitu juga, dengan sokongan tenaga medis.
“Ambulans kami kerahkan, tenaga medis kami kerahkan, bukan hanya dari KBB tapi juga dari Kota Bandung, dari Kota Cimahi, dan dari Kabupaten Bandung,” kata dia.
“Tadi siang kami langsung koordinasi dengan Pak Sekda dan langsung mengambil langkah mengirimkan ambulans dan tenaga kesehatan kami,” ujarnya.
Advertisement
Korban Dirawat di Sejumlah Rumah Sakit
Selai itu Herman mengaku pihaknya berkoordinasi agar sejumlah rumah sakit di Kota Cimahi, Kota Bandung, serta Kabupaten Bandung turut bersiap menampung pasien keracunan manakala penanganan lebih lanjut dibutuhkan.
Adapun sejumlah rumah sakit yang siap menampung di antara ialah Rumah Sakit Cibabat Cimahi, Rumah Sakit Dustiraa Cimahi, Rumah Sakit Otista Kabupaten Bandung, Rumah Sakit Sartika Asih Kota Bandung, hingga Rumah Sakit Welas Asih Kabupaten Bandung.
“Jadi untuk rumah sakit tidak kekurangan, tempat tidurnya juga kami siapkan maksimal,” ujar dia.
Herman juga memastikan bahwa distribusi obat yang dibutuhkan telah tersalurkan ke sejumlah titik posko penanganan keracunan MBG.
“Demikian juga obat-obatan, kami sudah drop semuanya cepat, baik yang ke Cipongkor, ke Citalem maupun ke Cihampelas. Oksigen juga kami drop memadai,” kata dia.