Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, TNI Serahkan Berkas Tersangka ke Oditur Militer

Jika berkas dianggap lengkap, para tersangka akan diserahkan ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta untuk proses hukum lebih lanjut.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, TNI Serahkan Berkas Tersangka ke Oditur Militer
Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah (tengah) (ANTARA) (© 2026 Liputan6.com)

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, memberikan informasi terbaru mengenai penyidikan kasus penyerangan dengan air keras yang menimpa Aktivis KontraS, Andrie Yunus. Ia menyatakan bahwa penyidik Puspom TNI telah menyelesaikan seluruh tahap penyidikan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Selanjutnya, pada hari ini Selasa 7 April 2026, telah dilimpahkan berkas perkara, para tersangka, dan barang bukti tindak pidana penganiayaan terhadap saudara AY (Andrie Yunus) dari penyidik Puspom TNI kepada Otmil II-07 Jakarta. Proses ini bertujuan untuk memeriksa kelengkapan berkas syarat formil dan materil," ujar Aulia dalam keterangan pers yang dirilis pada Selasa malam (7/4/2026).

Aulia menegaskan bahwa jika berkas dinyatakan lengkap, maka para tersangka akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta.

"Adapun tersangka yang dilimpahkan berjumlah 4 orang dengan inisial: NDP, SL, BHW, dan ES, beserta barang bukti yang terkait," tambahnya.

Aulia menekankan bahwa pelimpahan merupakan komitmen TNI dalam menjalankan penegakan hukum secara profesional, transparan, dan akuntabel.

"Hal ini sebagai wujud ketegasan dalam menindak setiap tindak pidana yang dilakukan oleh oknum Prajurit TNI," ujar Aulia sebagai penegasan.

Pada tanggal 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.30 WIB, aktivis KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban serangan air keras oleh orang tidak dikenal di kawasan Salemba. Serangan tersebut menyebabkan Andrie mengalami luka bakar yang cukup parah, mencapai 20% dari tubuhnya. Belakangan, hasil penyelidikan mengungkap bahwa pelaku adalah anggota TNI dari kesatuan BAIS. Dalam rekaman CCTV, terlihat bahwa mereka telah mengawasi Andrie selama hampir seharian penuh saat ia menjalankan aktivitasnya.

Rekomendasi