Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus korupsi e-KTP, Ahok sebut 'Mereka enggak mungkin ajak saya'

Kasus korupsi e-KTP, Ahok sebut 'Mereka enggak mungkin ajak saya' Sidang Ahok. ©Pool/ Ramdhani

Merdeka.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama ikut angkat bicara terkait mega korupsi proyek KTP elektronik (e-KTP). Saat masih menjabat sebagai anggota Komisi II DPR RI tahun 2011-2012, Ahok sapaan akrabnya, mengaku sempat mengikuti pembahasan proyek itu.

Ahok kembali menegaskan bahwa dirinya tak terseret kasus korupsi yang mengakibatkan kerugian negara Rp 2,3 triliun itu. Menurutnya, sejumlah anggota Komisi II DPR saat itu tidak mungkin melibatkannya dalam proyek ini.

"Saya sih santai saja. Orang sudah tahu saya, saya enggak mungkin curi uang, enggak mungkin macam-macam. Saya kira kalau di komisi II terjadi kaya begitu. Mereka enggak mungkin ngajak saya. Kalau tahu ngajak saya, gua langsung KPK," katanya di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (10/3).

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengklaim selalu memegang komitmen untuk tidak melakukan korupsi. Karena, dia selalu meyakini kredibilitas seseorang akan benar-benar terlihat saat mendapatkan kekuasaan.

Dia menyinggung dana operasional sebagai wakil gubernur atau gubernur DKI yang selalu dikembalikan.

"Masa dituduh cuma ratusan juta. Maka karakter orang teruji ketika kamu sudah diberikan kekuasaan. Saya bisa enggak nilep semua uang operasional saya? Pura-pura bagi-bagi teman atau siapa? Boleh, hak saya kok. Begitu enggak ada pengajuan saya juga balikin berapa miliar," tutupnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP