Kasus Covid Naik, KPAI Minta Pemerintah dan Orang Tua Intensifkan Tracing ke Anak

Pemerintah Daerah, lanjut dia, perlu memetakan layanannya kepada anak yang terkonfirmasi positif. Dengan begitu orang tua tenang akan kondisi anaknya dan dapat ditangani dengan cepat.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Kasus Covid Naik, KPAI Minta Pemerintah dan Orang Tua Intensifkan Tracing ke Anak
RPTRA Kampung Rambutan. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Anggota KPAI Jasra Putra meminta penerima dan orang tua lebih aktif jemput bola dalam penanganan kasus Covid-19 pada anak. Apalagi melihat tren naiknya kasus Covid-19 pada anak.

Menurut dia, berdasarkan data BNPB 2021, sebaran kasus Covid 19 pada anak usia sekolah, yaitu PAUD 30,442 kasus, TK 32,582 kasus, dan SD 65,634. Selanjutnya, SMP 47,267 kasus dan SMA 59,602 kasus.

"Di tengah sepekan kasus anak tinggi tentu menjadi penting kita jemput bola melakukan tracing kepada anak-anak dan lebih sensitif," katanya saat dihubungi.

Dengan adanya interaksi liburan yang menyebabkan kasus tinggi dan datangnya varian baru, tentu dikhawatirkan kasus anak positif Covid sebenarnya lebih banyak lagi. Untuk itu, penting bagi orang tua untuk berkonsultasi kepada Satgas Covid di daerah masing-masing yang dipimpin para RT, Kepala Desa dan Kepala Dusun.

"Jangan ragu dan penting segera menginformasikan ke puskesmas. Karena puskesmas butuh waktu beberapa hari untuk memastikannya," tegas dia.

Pemerintah Daerah, lanjut dia, perlu memetakan layanannya kepada anak yang terkonfirmasi positif. Dengan begitu orang tua tenang akan kondisi anaknya dan dapat ditangani dengan cepat.

Pemerintah juga perlu menyiapkan tenaga kesehatan yang sensitif anak perlu disiapkan. Karena setiap tindakan medis yang dilakukan harus juga mempertimbangkan kondisi psikologi anak.

"Seperti kondisi anak melihat jarum suntik, kondisi anak ketika di cek SWAB dengan memasukkan alat kepada anak, artinya berbagai produk dan peralatan medis perlu sensitif dan ramah anak, agar percepatan penanganan Covid pada anak benar benar terjadi. Termasuk informasi rumah sakit rujukan covid buat anak, harus segera di petakan. Karena penanganannya akan sangat berbeda dengan orang dewasa," urai dia.

Kementerian, Lembaga dan Organisasi yang bekerja untuk anak juga harus mulai membuat panduan dalam menjaga mental anak positif Covid. Terutama informasi itu sesuai umur tumbuh kembangnya, sehingga layak di konsumsi anak.

"Seperti, apa itu gejala Covid? dan akan ada perubahan apa pada fisik anak, perlu segera di komunikasikan. Agar orang tua dan anak lebih siap mental dalam menjelaskannya. Apalagi bila tertular dari orang tua atau saudara, tentu ada psikologis yang tidak kondusif di dalam rumah, karena merasa bersalah, sehingga ketahanan keluarga memburuk," urai dia.

Dia mengimbau orang tua yang akan memeriksakan anak agar mencari informasi yang jelas tentang Covid-19. Sebelum menyampaikan informasi tersebut kepada anak.

Bagi anak yang terindikasi positif Covid-19 perlu diajak dan dilatih untuk menyampaikan kondisinya. Juga diberi pemahaman seputar gejala-gejala Covid.

"Sehingga anak anak tidak langsung drop. Tetapi juga jangan ragu berkonsul dengan SATGAS COVID di daerah dan Puskesmas. Bagaimana penanganan ketika ada gejala demam atau panas, apa yang akan dilakukan ortu dan anak bersama sama. Jangan juga orang tua bersikap salah, karena lebih ketakutan dari anaknya. Sehingga ketika anak butuh perhatian saat positif Covid, tapi tidak mendapatkannya. Kuncinya semakin cepat terlaporkan, kondisi anak akan selamat," tandas dia.

Rekomendasi