Kapolri dan Panglima Tinjau Anggota Bertugas Amankan Demo di DPR

Senin, 30 September 2019 23:48 Reporter : Merdeka
Kapolri dan Panglima Tinjau Anggota Bertugas Amankan Demo di DPR Kapolri Tinjau Anggota di DPR. ©2019 Merdeka.com/Liputan6.com

Merdeka.com - Kapolri dan Panglima TNI meninjau anggota yang bertugas mengamankan aksi di sekitaran Gedung DPR/MPR pada Senin (30/9). Mereka pun berbicang-bincang di areal dekat gerbang utama DPR/MPR.

Pantauan di lapangan, iring-iringan mobil TNI-Polri tiba di Gedung DPR/MPR tiba pukul 23.00 WIB. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ditemani Asisten Operasi Kapolri, Irjen Martuani Sormin. Sementara Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono dan Komandan Korps Marinir, Mayjen TNI (Mar) Suhartono. Mereka berkumpul di dekat kendaraan taktis yang terparkir.

Setelah Berbincang-bincang, Kapolri dan Panglima TNI Mereka langsung meninggalkan Gedung DPR RI sekira pukul 23.22 WIB. Tito dan Hadi pergi tanpa memberikan keterangan kepada awam media yang berada di kompleks DPR RI.

Sementara itu, situasi di Gedung DPR/MPR masih sudah kondusif. Area Restoran Pulau Dua di samping Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat yang semula dipadati massa demo kini terlihat lengang. Massa demonstran berhasil dipukul mundur kepolisian hingga kawasan jembatan Semanggi.

Lokasi itu sebelumnya dipenuhi massa yang berunjuk rasa menolak RUU KUHP dan pengesahan revisi UU KPK. Pukul 18.00 WIB bentrokan antara massa dengan aparat kepolisian di sekitar lokasi pun pecah. Massa melempari barikade polisi dengan batu dan bom molotov. Sementara, pihak kepolisian membalas dengan tembakan gas air mata.

Setengah jam kemudian, kerumunan massa yang memenuhi areal Tol Dalam Kota di sekitaran Resto Pulau Dua berhasil dipukul mundur hingga ke Jalan Semanggi.

Hingga kini, situasi di sekitaran Kompleks DPR/MPR sudah kondusif. Tak ada satupun massa yang terlihat. Hanya ada sisa-sisa batu, botol air mineral, kardus, dan spanduk serta poster milik peserta unjuk rasa ditinggal begitu saja. Tulisan-tulisan dengan kata-kata umpatan juga menghiasi sejumlah tembok di sepanjang jalan.

Beberapa spanduk bertuliskan kalimat lucu. Misalnya poster yang ditinggalkan di dekat Restoran Pulau Dua. Kata-katanya mulai dari Mamah Aku Masuk TV, Jangan Ganggu Pekerjaan Mamah ku, dan Pak Minta Kiko.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [fik]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini