Kapolri beberkan lima metode cegah radikalisme dan terorisme
Merdeka.com - Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian, memberikan kuliah umum tentang ancaman radikalisme dan terorisme kepada 1.000 mahasiswa dari 30 perguruan tinggi serta peserta dari lima lembaga pendidikan pengembangan Polri dan lima lembaga pendidikan kedinasan instansi negara, di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (19/9).
Tito menyampaikan bahwa perkembangan terorisme di Indonesia saat ini merupakan gelombang kedua perkembangan teror, yang ditandai dengan berubahnya ideologi dari salafi jihadi menjadi ideologi Takhfiri. Serta munculnya lone wolf dan leaderless jihad, sebagai dampak permasalahan konflik yang berada di Timur Tengah.
"Yang diterima tumpahannya sampai ke Indonesia dan negara-negara lain di regional Asia Tenggara, seperti di Marawi dan di Myanmar, yang merupakan fenomena global yang perlu ditangani secara komprehensif dan hati-hati agar tidak menimbulkan rasa solidaritas yang masif dan akan mempersulit penanggulangannya," kata Tito.
Menurut Tito, untuk mengantisipasi metode yang paling baik adalah dengan penggunaan soft approach, melalui lima langkah. Langkah pertama adalah kontra radikalisasi. Kedua pelibatan mahasiswa dan elemen negara lainnya dalam proses deradikalisasi. Ketiga meluruskan ideologi jihad agar tidak banyak masyarakat yang terpengaruh ideologi ini.
"Selanjutnya adalah menetralisir media yang menyebarkan berita-berita bohong atau fake news dan yang terakhir adalah menetralisir situasi yang memungkinkan tumbuh dan berkembangnya radikalisasi," ujar dia.
Tito menambahkan, penggunaan kekuatan yang terukur juga diperlukan dengan didukung analisis intelijen yang kuat. "Scientific criminal investigation untuk membuktikan tindak pidana yang terjadi tanpa perlu penggunaan kekerasan, kolaborasi dengan satuan - satuan TNI untuk menghadapi segala macam pertempuran baik urban war maupun jungle warfare, semua upaya ini perlu landasan hukum yang memberikan kewenangan kepada Polri untuk bertindak lebih flexible melalui revisi Undang-undang teror," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya