Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapolda Jatim ingatkan santri tak gampang termakan hoaks di medsos

Kapolda Jatim ingatkan santri tak gampang termakan hoaks di medsos Kapolda Jatim dan Bupati Anas di Ponpes Darussalam. ©2018 Merdeka.com/Mochammad Andriansyah

Merdeka.com - Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan mulai resah dengan berita hoaks melalui lini massa. Celakanya, sulit membendung informasi bohong yang di-share secara masif dan sistematis di media sosial (medsos) tersebut.

Berita hoaks paling ekstrem adalah soal informasi penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet yang bikin wajahnya bengkak. Beruntung hoaks ini cepat terbongkar.

Untuk membentengi warga Jawa Timur dari hoaks ini, Luki mengajak para ulama dan umaroh untuk ikut berperan serta menjaga warganya, khususnya para santri agar tidak mudah termakan hoaks di medsos.

"Kepada semua warga Jatim agar tidak serta merta menerima isu-isu yang belum jelas kebenarannya," imbau Luki kepada santri di Pesantren Darussalam, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, Selasa (9/10).

Di acara yang juga dihadiri Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas itu, Luki menyebut, berita bohong di medsos yang sengaja disebar itu bertujuan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan. "Karena bisa saja informasi yang berkembang, khususnya di media sosial adalah isu hoaks yang sengaja disebarluaskan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan," analisanya.

Pun begitu saat silaturahmi ke Pengasuh Ponpes Nurul Islam, Jember, KH Muhyiddin Abdussamad, Luki mengimbau kepada para santri untuk memperkuat keimanan dan ilmu agamanya untuk menangkal isu hoaks yang beredar secara masif tersebut.

"Apabila kita menjalankan segala sesuatu dengan ketaqwaan, InsyaAllah ilmu yang didapat adalah barokah dan amanah," tandasnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP