Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Rycko Amelza Dahniel memberikan kuliah umum kepada Peserta Didik (Serdik) Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan ke-50 Resimen Wira Satya Adhipradana (WSA).
Kuliah umum tentang Leadership ini dilakukan di Setukpa Lemdiklat Polri, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (27/8).
Dalam sambutannya, Rycko menyampaikan, untuk menjadi seorang pemimpin haruslah memiliki perilaku yang bisa ditiru serta dicontoh dan kesuksesan yang bisa diikuti oleh orang lain.
Menurutnya, perwira polisi juga harus bertindak berdasarkan dengan dukungan konsep dan teori serta berbagai tingkatan dengan mengutamakan pencegahan.
"Itulah ciri polisi modern dan polisi masa depan. Wujudkan polisi masa depan yang berada dalam koridor demokratis dan humanis. Harus dilengkapi dengan ilmu pengetahuan yang maju," kata Rycko, Jumat (27/8).
Mantan Kapolda Sumut ini menjelaskan, jika keterampilan sosial bisa dicapai dengan cara mengelola masalah-masalah sosial itu dilandasi dengan ilmu pengetahuan. Maka itulah yang disebut dengan polisi masyarakat dalam negara-negara modern dan demokratis, yang tujuannya adalah agar tercapai keteraturan sosial.
Apa yang ia sampaikan tersebut hanyalah merangkum dari pembekalan sebelumnya yang telah diberikan oleh Wakalemdiklat Polri Irjen Luki Hermawan. "Tugas saya sekarang ingin merangkum semua," ujarnya.
Tak lupa Rycko berpesan kepada para peserta didik untuk mampu mencari serta mampu mengembangkan jati diri. "Hidup itu bukan hanya mencari jati diri, tapi harus mampu mengembangkan jati diri, itu demokrasi," ucapnya.
Sementara itu, Kasetukpa Lemdiklat Polri Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto menyebut, seluruh SIP angkatan ke-50 Resimen WSA telah diasah di Setukpa tersebut untuk bisa menjadi seorang perwira Polri yang Presisi.
Selesai acara kuliah umum itu, Rycko beserta seluruh pejabat utama Lemdiklat Polri dan Setukpa lainnya langsung melanjutkan acara peresmian lapangan tembak Wira Satya Adhipradana.
Diketahui, kuliah umum yang diikuti 2.013 Siswa SIP angkatan ke-50 ini digelar dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang sangat ketat, 250 orang secara tatap muka langsung di Gedung Anton Sujarwo dan yang lainnya secara online via zoom meeting di Batalyon masing-masing.