Kapolres Asahan, AKBP Afdhal Junaidi, mengatakan saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus penembakan yang diduga dilakukan mantan prajurit TNI Angkatan Laut di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Mantan prajurit TNI AL berinisial C itu diketahui menembaki mobil yang ditumpangi oleh anggota Polres Asahan. Tak ada korban jiwa dalam penembakan itu. Penembakan yang terjadi di Kompleks Surya Mas, Kabupaten Asahan, Selasa (18/2) terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.
“Saat ini kami masih berkoordinasi dengan jajaran dari TNI AL dan membentuk tim gabungan. Mudah mudahan kita bisa mengamankan C alias R ini,” kata Afdhal, Sabtu (22/2).
Advertisement
Kronologi
Penembakan itu berawal saat mobil polisi berpapasan dengan C di Kompleks Surya Mas. Saat itu C ingin keluar dari perumahan tersebut. C yang memakai helm warna merah dan mengendarai sepeda motor terlihat dicegat oleh rombongan personel Satuan Reserse Narkotika Polres Asahan yang mengendarai mobil warna hitam.
Namun saat itu C malah menodongkan dan menembakkan senjata apinya ke arah mobil tersebut. Akhirnya, C melarikan diri usai mobil yang dikendarai polisi mundur.
Sebelum peristiwa itu, polisi terlebih dahulu menangkap kurir narkotika berinisial AMN.l di kawasan Kota Tanjung Balai. Untuk meringkus AMN, polisi berpura-pura menjadi pembeli narkotika seberat empat kilogram dengan harga Rp230 juta per kilogram. Kemudian, polisi melakukan pengembangan dengan menginterogasi AMN. Berdasarkan keterangan AMN, sabu-sabu itu didapat dari C. Selanjutnya, polisi langsung menuju ke rumah C di Kota Kisaran.
“Namun saat mau menggerebek rumah tersebut ternyata si pelaku C ini mengetahui kedatangan kami lewat rekaman CCTV,” ungkap Afdhal.Kemudian, C menembaki mobil polisi sebanyak empat kali saat berpapasan di pintu gerbang kompleks. “Beruntung aksi penembakan yang dilakukan tersangka yang berhasil melarikan diri ini tidak sampai melukai petugas kami maupun warga di sekitar lokasi kejadian,” pungkas Afdhal.